PGN Siap Pasang 5.000 Sambungan Gas

image_pdfimage_print

 

Kota Probolinggo bersama sembilan daerah lainnya di Indonesia mendapatkan alokasi jaringan gas bumi dari PT. Perusahaan Gas Negara (PGN). Informasi tersebut didapat setelah  perusahaan gas plat merah tersebut melakukan audiensi dengan Wali Kota Probolinggo, Rukmini di Ruang transit Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (18/9). Pihak PGN dipimpin oleh Senior Vice President, Santiaji Gunawan. 

Santiaji mengungkapkan alokasi jaringan gas tersebut merupakan program Pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional dan program bauran energi. Harapannya gas bumi bisa dinikmati seluruh lapisan masyarakat. “Harapan kami, gas bumi tidak hanya dinikmati oleh industri namun juga dapat memberikan manfaat nyata dalam perkembangan ekonomi masyarakat, khususnya sector UMKM, Pondok Pesantren, Lembaga Sosial, serta rumah tangga,” harapnya. 

“Untuk itu, kami mengalokasikan lima ribu sambungan. Di Kota Probolinggo, pipa eksisting PGN sepanjang 18 km. nanti kita berharap masyarakat yang menerima bantuan ini yang rumahnya dekat dengan pipa eksisting. Kami akan pasang saluran sampai ke kompor warga. Semuanya gratis, warga tinggal menyediakan kompor saja,” tambah Santiaji. 

Mengapa warga harus beralih ke gas bumi? Santiaji menegaskan bahwa harga gas bumi jauh lebih murah dari LPG. “Gas melon tiga kilo itu kan impor. Kalau gas bumi itu murni dari perut bumi Indonesia. Harganya jauh lebih murah, hanya Rp. 3.000/m³. Rata-rata warga hanya menghabiskan 10 m³ perbulan, atau sekitar Rp. 30 ribu. Bahkan ada yang hanya habis Rp. 20 ribu setiap bulannya. Tentu akan jauh lebih murah dari gas melon,” tegas Santiaji. 

Sementara itu, Wali Kota Rukmini mengaku berkomitmen dalam pemenuhan energy bagi masyarakat Kota Probolinggo. “Kami terus berupaya mengolah sampah dan limbah jadi energi. Kami juga memiliki jaringan gas metana yang dialirkan ke rumah warga disekitar TPA (tempat pembuangan akhir). Kami juga membangun jaringan gas dari limbah tahu yang sebelumnya mencemari lingkungan. Saat ini warga di sekitar pabrik tahu bisa menikmati gas secara gratis,” ungkap Rukmini. 

Terkait dengan rencana PGN tersebut, Rukmini mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada PGN yang telah memilih Kota Probolinggo sebagai lokasi program bauran energi PGN. “Saya sangat mengapresaisi langkah PGN ini. Karena hanya ada 4 daerah di Jawa Timur yang mendapat alokasi ini. Saya harap jaringan gas ini mampu menjangkau masyarakat Kota Probolinggo yang benar-benar membutuhkan, terutama masyarakat yang masuk dalam kategori lingkungan kumuh. (abdurhamzah/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.