Pemerintah-Masyarakat Bersinergi Menjaga Lingkungan

Suasana saat Wakil Wali Kota dan masyarakat kerja bhakti membersihkan Sungai Seng, barat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Jalan Anggrek Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Kebersihan lingkungan menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Probolinggo. Sabtu (19/10) pagi, Wawali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri kembali melakukan kerja bakti di Sungai Seng, barat Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Jalan Anggrek Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Kerja bakti itu melibatkan Camat Mayangan M Abas, Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas PUPR, Kodim dan Polsek serta staf Kecamatan Mayangan dan kelurahan. Sungai Seng yang sebelumnya kotor dan kumuh oleh pemerintah dan warga setempat dibersihkan secara bersama-sama dan gotong royong.

Camat Mayangan menjelaskan Kecamatan Mayangan bersama semua komponen masyarakat baik RT, RW dan LPM mempunyai program bersama yaitu resik kali (sungai). Kegiatan ini juga menghadirkan anggota TNI dari Kodim 0820, untuk bersama-sama membersihkan sungai.

Abas menjelaskan, dua minggu yang lalu sudah mengawali kegiatan serupa di Sungai Pancoran. Ternyata, kondisi sungai yang ada di Kota Probolinggo sangat memprihatinkan karena jadi tempat pembuangan sampah.

Bersih sungai ini sebagai langkah awal mengantisipasi terjadinya banjir di musim penghujan. Karena, kondisi sungai yang penuh dengan sampah dikhawatirkan bisa menyebabkan air meluap karena curah hujan yang tinggi.

“Dengan kegiatan ini kami mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan terutama kebersihan sungai. Tumpukan sampah perlu penanganan bersama dan menjadi tanggung jawab kita bersama. Saya berharap kepada masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah sembarangan terutama tidak dibuang di sungai atau selokan air,” ujar Camat Abas.

Sementara itu, Wawali Subri menjelaskan kegiatan ini merupakan kerja nyata antara warga, LPM, anggota TNI bersama Pemerintah. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat Kota Probolinggo sudah meningkat. Terbukti, dengan kegiatan kerja bakti di pagi ini.

“Kami berharap kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab dari pemerintah saja. Tetapi kesadaran dari masyarakat Kota Probolinggo. Kita terus bersinergi dan bahu-membahu untuk membersihkan sampah di lingkungan kita,” kata Subri.

Sesuai dengan arahan Wali Kota Hadi Zainal Abidin, lingkungan di Kota Probolinggo harus terjaga kebersihannya. Sehingga, pada saat ada event apapun kondisinya selalu siap. “Lakukan kegiatan ini secara rutin agar lingkungan kita terus terjaga dan bersih. Kota Probolinggo sudah memperoleh penghargaan Adipura, untuk mempertahankan penghargaan tersebut kita harus menjaga lingkungan sesuai dengan kondisi nyata yang ada di lingkungannya,” imbuhnya.

Pemerintah Kota Probolinggo melalui DLH sudah membentuk tim GOSS (Gerakan Operasi Simpatik Sampah) yang menjadi aksi nyata, jika ada masyarakat sampah sembarangan akan dibina dan didata untuk menjadi efek jera serta tidak mengulangi hal yang sama.

“Saya berharap masyarakat Kota Probolinggo tidak membuang sampah sembaragan. Dan mengurangi pemakaian bahan plastik. Karena sampah plastik butuh waktu ratusan tahun untuk bisa diurai,” ujar wawali.
Pagi itu, juga diadakan pemeriksaan kesehatan. Wawali Subri ikut menjalani cek kesehatan dengan pengukuran tinggi badan, lingkar perut dan tensi darah. (noviati/humas)

Wawali Subri ikut menjalani cek kesehatan di sela-sela melakukan kerja bhakti. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)