Sambut Hari Santri, Gelar Lomba Cerdas Cermat

Wakil Wali Kota saat memberikan sambutan pada acara cerdas cermat wawasan kebangsaan di Bale Hinggil. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional ke-5 Tahun 2019, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo menggelar cerdas cermat wawasan kebangsaan di Bale Hinggil, Sabtu (19/10) pagi.

Peserta cerdas cermat diikuti 44 dari 45 lembaga pendidikan sekolah tingkat SMP/MTs/ Negeri dan Swasta se-Kota Probolinggo. Lomba cerdas cermat ini nantinya akan dibagi menjadi tiga babak, yakni babak penyisihan, babak semi final dan babak final.

Babak pertama merupakan babak penyisihan yang dilakukan berbasis android, mengerjakan 55 soal dengan durasi waktu 45 menit. 12 regu dengan nilai terbanyak, kemudian semi final akan diambil 6 regu.

“Kegiatan lomba cerdas cermat ini bertujuan untuk memperingati Hari santri Nasional. Serta, meningkatkan wawasan kebangsaan di kalangan pelajar tingkat SMP/MTs/ Negeri dan Swasta. Juga menumbuhkan pendidikan karakter bangsa sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang terkandung dalam Pancasila dan UUD 1945 sehingga akan memperkuat semangat nasionalisme,” ujar Edi Trisula, panitia penyelenggara.

Ratusan peserta lomba cerdas cermat nampak sangat antusias. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Dalam sambutannya, Wawali Mochammad Soufis Subri menjelaskan era globalisasi tidak dapat dihindari dan menjadi proses alami seiring dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang sangat pesat dan mempengaruhi semua bidang kehidupan. Baik ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan. Masing-masing belahan dunia seolah menyatu, transparan dan saling ketergantungan, termasuk negara Indonesia.

Bagi bangsa Indonesia, pengaruh globalisasi telah membawa nilai-nilai universal (Individualisme, Hedonisme dan Liberalisme) yang melunturkan nilai-nilai Nasional seperti gotong royong, tenggang rasa, toleransi dan sopan santun. Sehingga, menggeser pola pikir dan pola tindak masyarakat khususnya generasi muda.

Ia juga menjelaskan tujuan pendidikan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan intelektual semata. Namun, untuk membentuk watak dan karakter agar menjadi warga Negara Indonesia yang baik.

“Generasi penerus ada di tangan kalian. Semoga kedepannya kalian yang akan menjadi pemimpin bangsa. Dan juga kalian bisa mengantikan kami sebagai pemimpin daerah,” ujar Subri yang mengharapkan para pelajar dapat menghargai dan menghormati para pahlawan negara, dengan berdiri tegak dan tidak tolah-toleh saat menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.

Dilanjutkan sesi tanya jawab dari wawali kepada peserta lomba cerdas cermat. Pertanyaan dari Wawali Subri yakni dalam konsep kehidupan kita terkait dengan Habluminallah dan Habluminannas, yang berhasil dijawab oleh siswi dari SMP Sunan Giri dan dijawab dengan benar. (noviati/humas)