Wagub Emil: Karapan Sapi Brujul Aset Berharga Kota Probolinggo

Wagub Emil Dardak menyerahkan sertifikat penetapan warisan budaya tak benda “Kerapan Sapi Brujul” kepada Wali Kota Hadi Zainal Abidin, disaksikan undangan dan masyarakat (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

WONOASIH– Final lomba karapan sapi brujul dalam rangka Hari Jadi ke-74 Provinsi Jawa Timur, Minggu (20/10) berlangsung seru dan terasa istimewa. Sebab, dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Wagub mengaku terpukau dan menyebut karapan sapi brujul adalah aset berharga bagi Kota Probolinggo.

Lomba karapan sapi digelar di lapangan Jalan Kiai Syafi’i, Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih. Tidak hanya venue kerapan, di sisi selatan juga ada pameran UMKM. Selain Wagub Emil, turut hadir pejabat Provinsi Jawa Timur seperti Kepala Bakorwil V Jember.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo dan Ketua DPRD Abdul Mujib serta perwakilan forkopimda pun hadir di acara yang dimulai sejak Sabtu (19/10).

Pada kesempatan itu, Wagub Emil Dardak menyerahkan sertifikat penetapan warisan budaya tak benda “Kerapan Sapi Brujul” kepada Wali Kota Hadi Zainal Abidin, disaksikan undangan dan masyarakat yang hadir di lapangan tersebut.

Dalam sambutan selamat datangnya, Wali Kota Hadi Zainal Abidin mengungkapkan, rasa terima kasih atas kepercayaan dan kehadiran Wagub Emil, di salah satu kota pesisir di wilayah timur Provinsi Jawa Timur. Kota yang terus berbenah untuk menjadi kota yang lebih baik untuk masyarakatnya.

“Menjadi hal yang membanggakan bagi kami, telah dipercaya oleh Ibu Gubernur menjadi salah satu kota yang menggelar event dalam peringatan Hari Jadi ke-74 Provinsi Jawa Timur yaitu lomba kerapan sapi brujul,” kata Habib Hadi-sapaan akrabnya.

Cerita tentang asal usul kerapan sapi brujul pun dijelaskan oleh wali kota. Ya, yang membedakan kerapan sapi brujul dan kerapan sapi lainnya adalah lahan yang digunakan becek alias berlumpur. Kebiasaan petani ini pun semakin digemari masyarakat luas hingga sekarang.

Sebagai bentuk perhatian pemerintah, akhirnya dibuatlah lapangan khusus kerapan sapi brujul dari lahan aset milik pemerintah setempat. “Dengan harapan masyarakat pecinta kerapan sapi brujul dapat terfasilitasi secara memadai. Dan, insyaallah, ke depan akan kami upayakan lebih baik lagi,” kata Habib Hadi.

Dengan ditetapkannya kerapan sapi brujul sebagai warisan budaya tak benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wali Kota Habib Hadi berharap masyarakat ikut melestarikan tradisi budaya dengan baik.

“Jangan sampai dijadikan kegiatan diluar dari tujuan pelestarian budaya dan pariwisata. Jaga tradisi ini karena sudah menjadi bagian yang dimiliki warga Kota Probolinggo,” imbuh wali kota yang berharap kerapan sapi brujul menjadi daya tarik wisata budaya yang gaungnya menjadi agenda wisata regional hingga nasional ini.

Sementara itu, Emil Dardak menegaskan bahwa kerapan sapi brujul merupakan aset wisata budaya yang dimiliki Kota Probolinggo. Wisatawan yang dipancing dari luar negeri, misalnya cruise, dihadirkan ke Probolinggo untuk dibawa ke Bromo Tengger Semeru (BTS).

“Tapi tentunya harus ada yang dilakukan (wisatawan) di Kota Probolinggo. Yang mau wisata pantai tinggal nyebrang ada Gili Ketapang atau mau melibat budaya seperti ini. Nah, inilah upaya kita bersama untuk mendorong daya tarik wisata. Karena Probolinggo bisa lewat pelabuhan dan jalan tol yang lebih cepat,” ujar mantan Bupati Trenggalek ini.

Emil pun menyontohkan, dari Surabaya, bagaimana promosinya agar wisatawan yang tidak punya mobil gampang pergi ke Kota Probolinggo. Ini menjadi peluang besar yang harus digarap antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan pemerintah daerah. Karena BTS menjadi salah satu dari 3 prioritas yang disepakati Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Presiden RI Joko Widodo.

“Bagaimana orang tertarik ke Kota Probolinggo. Pengembangan kawasan industri bisa kompetitif disini. Probolinggo punya potensi besar untuk masyarakat di bidang perdagangan, industri dan pariwisata bisa maju bersama-sama. Apa yang kita ikhtiarkan ini semoga diberi kelancaran,” jelas suami Arumi Bachsin ini. (famydecta/humas)