Ngelenyer, Juara Baru Kerapan Sapi Brujul Piala Gubernur Jatim

Para peserta saling menunjukkan kecepatan sapinya untuk memperebutkan piala Gubernur Jatim. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

WONOASIH–Hari kedua gelaran event akbar Hari Jadi ke-74 Provinsi Jawa Timur di Kota Probolinggo berlangsung seru. Joker, sapi kerap brujul asal Kelurahan Triwung Lor, pemegang piala bertahan dalam Piala Gubernur Jatim akhirnya harus merelakan posisinya digantikan oleh Ngelenyer, sapi dari Kelurahan Kanigaran.

Ada enam ekor sapi dari dua kategori yang bertanding sore itu, Minggu (20/10). Pertandingan pertama untuk kategori B (sapi yang kalah di pertandingan sehari sebelumnya) ada tiga pasang peserta yaitu Macan Asia (Triwung Kidul), Bintang Ngaleh (Sumber Wetan) dan Putri Muda (Curah Grinting). Macan Asia, lolos jadi juara satu.

Di kategori A (sapi yang menang dari pertandingan sebelumnya) ada Sarkali dari Kelurahan Ketapang, Joker dan Ngelenyer. Ngelenyer menjadi juara baru dalam kerapan sapi brujul menggeser posisi Joker. Joker harus rela duduk di posisi kedua disusul kemudian Sarkali.

Yang menjadi ciri khas dalam lomba kerapan sapi brujul adalah musik yang dimainkan dan bahasa pembaca acara lomba. Cara berhitung sebelum sapi dilepas pun mereka punya teknik sendiri.

Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak punya kesan tersendiri setelah menjadi saksi pertandingan final tersebut. “Spesial. Seru banget dilumpur. Berlari di sawah tingkat kesulitan tinggi. Jalan kaki aja susah apalagi lari. Tentunya ini anugerah yang diberikan Allah SWT,” kesannya. Wagub Emil pun setuju dengan apa yang disampaikan oleh wali kota, bahwa pelaksanaan pertandingan tidak boleh melenceng dari niat mengapa kegiatan itu diadakan. Ia mengaku senang karena lomba kerapan sapi brujul suasananya sangat kekeluargaan.

“Ini pertama ya, juaranya baru. Artinya, bibit-bibit yang luar biasa terus berkembang. Lari dalam lumpur itu susah tapi bisa lari sekencang itu. Bener-bener suatu aset. Saya yakin melatihnya tidak mudah. Bener-bener punya daya tarik, tinggal bagaimana mengemasnya. Seneng sekali, suasananya penuh kekeluargaan,” katanya, saat ditemui usai acara.

Wagub Emil menyampaikan, setelah melihat foto-foto Bromo Tengger Semeru dari sisi Kota Probolinggo, kerapan sapi brujul adalah sesuatu yang menarik untuk diintegrasikan.
“Disini ada Gili Ketapang. Tinggal kita pastikan tempat akomodasi yang lebih memadai. Saya rasa membawa jejaring wisatawan dengan akomodasi yang bagus ini memerlukan komunikasi promosi dan pengemasan,” terangnya.

Bukan hanya lomba kerapan sapi brujul, event tersebut juga dimeriahkan dengan lomba foto on the spot nasional Sapi Brujul 2019. Diikuti ratusan fotografer dari berbagai daerah, penyerahan hadiah dilaksanakan usai lomba kerapan digelar. Pemenang lomba foto diserahkan oleh Bakorwil V Jember, sedangkan hadiah lomba kerapan sapi brujul diserahkan Wawali Mochammad Soufis Subri. (famydecta/humas)