KSOP Ajak Santri Lebih Mengenal Kemaritiman

Suasana saat Wawali Mochammad Soufis Subri yang didampingi Kepala KSOP Kapten Subuh melepas para santri berkeliling Pulau Gili Ketapang. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Memeringati Hari Santri Nasional ke-V tahun 2019, sekitar 50 orang santri di Kota Probolinggo menikmati fasilitas kapal feri yang berlayar dari Terminal Baru Pelabuhan Probolinggo mengelilingi Pulau Gili Ketapang, Senin (21/10) pagi.

Wisata bahari berkeliling Pulau Gili Ketapang ini merupakan kerjasama Pemerintah Kota Probolinggo dan KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan). Kapal feri Gandha Nusantara II Surabaya beberapa santri dari sejumlah pondok pesantren berangkat dari pelabuhan sekitar pukul 08.00.

Pelepasan santri dilakukan oleh Wawali Mochammad Soufis Subri yang didampingi Kepala KSOP Kapten Subuh, Kabag Kesra Choirul Anam dan Camat Mayangan M.Abas.
Dalam sambutannya, wawali menyebutkan santri adalah bagian dari proses pembangunan Indonesia khususnya di Kota Probolinggo. “Bentuk sinergitas pemkot dengan KSOP ini agar santri punya semangat membangun Probolinggo lebih baik,” katanya.

Santri yang berkualitas akan berdampak pada kemajuan suatu daerah karena santri memiliki keseimbangan antara ilmu umum dan ilmu agama. “Nikmati perjalanannya di laut, wisata bahari tadabur alam. Silahkan menanyakan apa saja kepada petugas. Buatlah kegiatan ini bermanfaat dan untuk pengalaman,” pesannya.

Setelah seremonial pelepasan, santri dan pendamping masuk ke dalam kapal feri Gandha Nusantara II. Ekspresi beragam pun terlihat di wajah santri perempuan dan laki-laki. Mereka penasaran dan berdiri disamping kapal sambil melihat kondisi laut sekitarnya.

Dalam kesempatan tersebut para santri tidak mensia-siakan untuk melihat pemandangan ditengah laut. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Sebelum feri berangkat, para santri diminta masuk ke dalam ruang penumpang untuk diberi informasi tentang kapal dan pemakaian pelampung. “Wisata ini sangat menarik, kami bisa melihat laut lebih dekat. Dengan kegiatan ini santri seperti saya bisa punya pemahaman yang luas tentang laut, transportasi dan lainnya,” kata Siti Husniah, santri Ponpes Nurul Hidayah, Kademangan.

Kapal berlayar menuju Pulau Gili Ketapang, yang letaknya memang berdekatan dengan Kota Probolinggo. Gili Ketapang adalah pulau milik Kabupaten Probolinggo yang terletak di Kecamatan Sumberasih. Kapal terus berputar mengelilingi pulau yang terkenal dengan wisata bawah laut itu.

Perjalanan ini memakan waktu sekitar dua jam lamanya. Para santri mengeksplore isi kapal tersebut, mereka juga masuk ke ruangan kemudi untuk bertanya ke nahkoda dan petugas kapal. Tak sedikit dari mereka yang mengabadikan perjalanan tersebut.

Kepala KSOP Kapten Subuh menyambut turunnya santri dari kapal sesaat setelah bersandar. Kapten Subuh mengaku, pihaknya ingin berperan serta secara aktif dalam program Pemerintah Kota Probolinggo.

“Ini adalah bentuk sinergi dan koordinasi kegiatan untuk adik-adik santri. Supaya sinergitas instansi dan eksistensi kami makin dikenal masyarakat luas khususnya hal-hal yang berhubungan dengan kesyahbandaran,” katanya.

Dengan wisata bahari ini, kepala KSOP lebih membuka wawasan santri untuk berbaur dengan alam serta mempunyai pemikiran luas tentang maritim. “Santri Indonesia, khususnya Kota Probolinggo tetaplah menjadi santri yang baik. Santri yang luar luar biasa. Santri Indonesia untuk perdamaian dunia, insyaallah benar-benar terwujud,” harapnya di Hari Santri ini. (famydecta/humas)