Pawai Ta’aruf di Peringatan Hari Santri Nasional

Wali Kota Habib Hadi saat melepas Pawai ta’aruf yang diikuti ribuan santri dan pelajar. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

PROBOLINGGO – Pawai ta’aruf yang diikuti ribuan santri dan pelajar dari 120 lembaga pendidikan baik formal atau non formal di Kota Probolinggo, dalam peringatan Hari Santri Nasional ke-V tahun 2019 sukses digelar, Selasa (22/10) malam. Didampingi Kapolres Probolinggo Kota AKBP Ambariyadi Wijaya, Wali Kota Hadi Zainal Abidin melepas barisan pawai.

“Alhamdulillah rangkaian acara Hari Santri Nasional selama satu minggu yang diselenggarakan Pemerintah Kota Probolinggo berlangsung dengan lancar. Mudah-mudahan rangkaian kegiatan apa yang kita lakukan membawa manfaat fid dunya wal akhirah,” tutur Habib Hadi-sapaan akrab wali kota saat menyampaikan sambutan sebelum melepas pawai.

“Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Tanpa kebersamaan tidak mungkin semua ini bisa terwujud. Khususnya Polres Probolinggo Kota yang mendukung kegiatan sejak awal hingga malam ini (22/10),” imbuhnya.

Habib Hadi menuturkan rasa syukurnya karena 120 lembaga mengerahkan muridnya baik dari madrasah diniyah negeri/swasta, formal/non formal membaur menjadi satu. Kegiatan ini menunjukkan bahwa bangsa ini tidak mudah dipecah-belah oleh pihak yang ingin memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Mari kita tunjukkan bersama bahwa penyelenggaraan ini untuk kepentingan bersama, bukan golongan tertentu. Kita berupaya menjaga keberagaman khususnya yang ada di Kota Probolinggo,” kata wali kota.

Pemerintah, lanjut Habib Hadi, tidak dapat menjaga keamanan dan ketertiban tanpa bantuan seluruh masyarakat, lembaga dan tokoh masyarakat. Pemerintah tidak mungkin bisa melakukan sendiri tanpa ada kebersamaan. Habib Hadi juga ingin menunjukkan bahwa santri pun punya kelebihan dan prestasi yang patut dibanggakan.

Wali Kota bersama Kapolresta saat melihat berlangsungnya Pawai Ta’aruf . (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

“Kami di pemerintahan mengambil bagian agar generasi muda bisa berguna bagi bangsa dan negara. Mudah-mudahan kegiatan sederhana dan guyub dapat kita tingkatkan lagi di tahun depan untuk menyambung tali silaturahmi untuk warga Kota Probolinggo dan sekitarnya,” terang santri yang pernah menjadi anggota DPR RI ini.

Barisan pertama dalam pawai adalah tim Asmaul Husna dari Polres Probolinggo Kota, dilanjut beberapa peserta baik dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Kementerian Agama dan lembaga lainnya. Keterlibatan elemen tersebut mendapat apresiasi dari wali kota.

Nayla Fitrianisah Ramadhani, TPQ Tarbiyatul Quran di Jalan Patiunus ini mengaku senang mengikuti pawai meskipun di malam hari. “Dikasih tahu sama ustadzah kalau mau ada pawai, ya senang bisa ikut pawai,” kata siswa kelas 4 SD ini.

“Setelah diberi tahu sama ustadzahnya, langsung dia nyiapin sendiri barang perlengkapannya untuk pawai. Senang sekali dia setelah tahu ada pawai hari santri,” sambung Devi, ibu Nayla, yang ikut mendampingi anaknya malam itu.

Menurut Devi, kegiatan pawai ini sangat positif karena melibatkan elemen santri. “Jadi, biasanya kan pawai budaya atau pawai apa di siang hari. Ini pawai para santri dan pelajar, rasanya berbeda. Persiapannya pun tidak ribet,” kata ibu dengan dua anak ini. (famydecta/humas)