Probolinggo Bersholawat di Hari Santri Nasional

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, saat membuka Probolinggo Bersholawat. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

PROBOLINGGO – Probolinggo bersholawat menjadi puncak gelaran sepekan memeringati Hari Santri Nasional ke-V tahun 2019 di Kota Probolinggo, Selasa (22/10) malam. Menghadirkan Habib Taufiq Assegaf Pengasuh Pondok Pesanten Sunniyah Salafiyah Pasuruan, acara itu dihadiri ribuan orang di depan kantor wali kota.

Dalam tausiyahnya ada tiga tipikal santri, yang pertama, santri yang mencari ilmu untuk diamalkan dengan ikhlas dan hanya mengharap ridho dari Allah SWT. Yang kedua, santri yang mencari ilmu tapi hanya digunakan untuk mencari uang, harta, kedudukan dan kehormatan.

“Yang ketiga, santri yang mencari ilmu hanya sekadar untuk dihargai orang atau merasa pewaris keturunan rasulullah. Ini santri yang tidak bisa dijadikan panutan. Jadilah santri yang pertama. Kalau sekarang jadi santri kedua segera bertobatlah,” seru Habib Taufiq.

Habib Taufiq pun menegaskan, siapapun yang membuat negeri atau daerah menjadi kacau, membuat daerah merugi menjadi musuh bersama. “Kita jaga dengan akhlakul karimah. Dan, jadilah umarah yang dibanggakan masyarakat,” imbuhnya.

Habib Taufiq Assegaf saat memberikan tausiyahnya pada acara Probolinggo bersholawat memeringati Hari Santri Nasional ke-V tahun 2019. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Di peringatan hari santri ini, Habib Taufiq berharap negara punya umarah yang berakhlakul karimah, dicintai rakyatnya dan ulama yang menjadi penerus Nabi Muhammad SAW,” kata Habib.

Selain tausiyah, Probolinggo Bersholawat juga menghadirkan KH Mas Imam Lukmanul Hakim selaku Khodimul Majelis Sholawat Dloul Mustofa Cahaya Rasulullah (DMCR) Ponpes Zainul Islah Kanigaran.

“Momentum Hari Santri ini perlu ditransformasikan menjadi gerakan penguatan paham kebangsaan yang bersintesis dengan keagamaan. Spirit (hubbul wathon minal iman) cintah tanah air sebagian dari iman perlu terus digelorakan di tengah arus ideologi fundamentalisme agama yang mempertentangkan Islam dan nasionalisme,” ujar Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin, saat membuka Probolinggo Bersholawat.

Sejumlah anggota forkopimda hadir di Probolinggo Bersholawat, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Kapolresta AKBP Ambariyadi Wijaya, Ketua DPRD Abdul Mujib, Kajari Martiul dan sejumlah alim ulama di Kota Probolinggo. (famydecta/humas)

Wali Kota, Wakil Wali Kota, Kapolresta dan Habib Taufiq Assegaf bersholawatan bersama dengan para jamaah lainnya. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)