Bersilaturahmi dengan Pelaku Usaha, Ini Pesan Wali Kota Habib Hadi

Wali Kota Habib Hadi memberikan sambutan saat bersilaturahmi dengan pelaku usaha di Bale Hinggil. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

PROBOLINGGO – Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menegaskan, pelaku usaha di Kota Probolinggo jangan hanya menjadi penonton saat pihak dari luar memanfaatkan potensi yang ada di daerah ini. Pemerintah akan hadir untuk terus mendorong dan memerhatikan apa yang dibutuhkan para pelaku usaha.

Apabila pengusaha bisa melakukan aktifitas deperti yang diharapkan, dipastikan perekonomian akan berjalan dengan baik. Dalam pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur, pemerintah akan mencarikan solusi agar pengusaha bisa tetap hidup dan memberikan manfaat.

Ditinjau dari perkembangannya, sektor dominan yang paling berpotensi di Kota Probolinggo adalah perdagangan dan jasa. Untuk itu, pemerintah setempat akan mengembangkan wilayah industri di pelabuhan. Akan ada reklamasi seluas 1000 hektar untuk pendirian pergudangan yang berdampak pada pelaku usaha.

“Kami juga mencari investor untuk pembangunan destinasi wisata. Selama ini Kota Probolinggo hanya untuk transit. Mudah-mudahan dengan potensi yang ada, yang disulap menjadi destinasi wisata, wisatawan akan stay. Mudah-mudahan ini bisa dikabulkan,” kata Habib Hadi-sapaan wali kota, saat membuka Silaturahmi Temu Pengusaha di Bale Hinggil, Rabu (23/10) siang.

Infonya, Habib Hadi telah menemui salah satu pengusaha retail dan wahana permainan. Ia memaparkan potensi kota agar investor mau berinvestasi di Kota Probolinggo. “Memang tidak semudah berkata-kata. Tapi kalau ini berhasil maka bisa jadi jujugan wisata dan ekonomi pelaku usaha di Kota Probolinggo ikut berkembang,” imbuhnya.

Pengembangan wisata lainnya yang dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo adalah Pantai Permata di Kelurahan Pilang. Akses jalan sudah dilebarkan ditambah lampu penerangan. Langkah ini diambil untuk menjadi destinasi wisata baru. Kota Probolinggo harus melakukan langkah untuk bisa bersaing dengan daerah lain.

Suasana saat Wali Kota Habib Hadi bersilaturahmi dengan para pelaku usaha. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Kota Probolinggo menjadi kota penyangga destinasi wisata, yaitu program Bromo Tengger Semeru (BTS) yang akan menjadi destinasi wisata nasional yang besar. Selain wisata di Bromo, wisatawan juga menikmati sesuatu di Kota Probolinggo.

“Tanpa melihat peluang ini, kita tidak akan bisa. Kota ini kecil, kalau tidak mau upgrade dan mengambil terobosan maka tidak akan berkembang,” katanya wali kota yang juga sempat bertemu dengan investor dari Timur Tengah yang berencana akan datang ke Kota Probolinggo pada tahun 2020 mendatang.

Beberapa pembangunan yang memunculkan efek ekonomi bagi pengusaha yang direncanakan Wali Kota Habib Hadi adalah pembangunan agrobisnis di wilayah selatan dan pembangunan area Kerapan Sapi Brujul yang lebih memadai untuk destinasi wisata. Wali kota sengaja menyampaikan ini untuk gambaran agar pelaku usaha punya semangat, punya harapan untuk mengembangkan usaha dan mengurangi pengangguran di Kota Probolinggo. “Tinggal pelaku usahanya, bisa atau tidak menjaga kepercayaan konsumen agar nyaman menikmati produk olahan dari UMKM,” imbuhnya.

Dalam waktu dekat, DKUPP akan mendata semua pelaku usaha mikro untuk dimasukkan dalam aplikasi. Proses jual beli dari pembeli langsung berhubungan dengan penjual karena pemerintah hanya menyiapkan fasilitas aplikasi. Untuk pelaku usaha yang tidak ramai pembeli akan dilakukan pendampingan apa permasalahannya.

Habib Hadi juga berharap retail yang ada harus menjual produk pelaku usaha dari Kota Probolinggo. “Kalau belum siap, kita tata biar bisa bersaing dengan daerah lain. Ini kami lakukan untuk menambah semangat pembangunan Kota Probolinggo,” tegasnya.

Silaturahmi Temu Pengusaha dengan tema “Peran dunia usaha dalam rangka peningkatan penanaman modal” ini diikuti 120 pelaku usaha mikro kecil dan menengah, dengan narasumber Agus Salim Arief dari DPMPTSP Provinsi Jawa Timur.

“Output dari kegiatan ini untuk menjalin komunikasi – koordinasi sebagai upaya meningkatkan sinergitas dalam membangun iklim investasi yang kondusif di Kota Probolinggo,” ujar Kepala DPMPTSP Dwi Hermanto. (famydecta/humas)