Upacara Peringati Kesaktian Pancasila

image_pdfimage_print

 

Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017, yang digelar di Alun-alun Kota Probolinggo, Minggu (1/10). Upacara yang dipimpin Wali Kota Probolinggo Rumini juga dihadiri Ketua DPRD, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Plh Sekda Achmad Sudiyanto, para asisten, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan peserta upacara.

Upacara dimulai pukul 07.30, wali kota bertindak sebagai inspektur upacara, Komandan Upacara Kapten Kavaleri Jahuri Kodim 0820 Probolinggo dan Perwira Upacara Prijo Djatmiko, Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo.

Upacara Hari Kesaktian Pancasila berbeda dengan upacara lainnya. Pembacaan teks pancasila oleh Wali Kota Rukmini.  Pembacaan pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Tulus Sri Rejeki dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pembacaan Naskah Ikrar oleh Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur, dan Pembacaan Doa oleh Kepala Kementerian Agama Mufi Imron Rosyadi.

Pembacaan Naskah Ikrar oleh Agus Rudiyanto Ghafur berbunyi : “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, kami yang melakukan upacara ini menyadari sepenuhnya: Bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah banyak terjadi rongrongan baik dari dalam Negeri maupun luar Negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya menumbangkan Pancasila sebagai ideologi Negara. Bahwa dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Maka dihadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.”

Upacara dilanjutkan penyerahan Tunjangan Hari Tua (THT) pensiun pertama di bulan November 2017.  (noviati/humas)

 

        

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.