Peringati Hari Oeang Ke – 73, Bea Cukai Gelar Senam Bersama

Inilah keseruan saat senam dalam memperingati hari uang ke 73.(Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai menggelar donor darah dan senam bersama instansi Pelabuhan dalam rangka Hari Oeang (uang) ke – 73 di lapangan parkir KPPBC TMP C Probolinggo, Jalan Tanjung Tembaga Timur No. 3.

Dengan tema maju bersama menghadapi tantangan global, rangkaian kegiatan hari Oeang ke-73 diawali dengan sosialisasi HIV Aids, senam bersama serta donor darah. Senam yang diinstrukturi oleh Elizabeth, salah satu instruktur senam professional di Kota Probolinggo berlangsung seru. Semua undangan mengikuti senam dengan ceria seperti Wakil Wali Kota Probolinggo Mohammad Subri, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Agus Eka Wijaya, Kepala KSOP Kapt Subuh, Kepala Pelindo dan Camat Mayangan.

Dalam sambutannya, Kepala Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai mengatakan Hari Oeang itu ditetapkan sejak 30 Oktober 1946, dimana Wakil Presiden Bung Hatta mengumumkan di radio Jogjakarta bahwa pada tanggal 30 Oktober 1946 seluruh uang Belanda dan Jepang tidak berlaku dan diganti dengan Oeang Republik Indonesia atau dikenal dengan nama ORI yang sekarang di kenal dengan nama rupiah. “Harapannya uang Indonesia dibelanjakan oleh orang Indonesia dan itulah bukti kedaulatan kita selaku bangsa yang merdeka,” ujarnya.

“Dunia ini penuh dengan ketidakpastian, maka diharapkan semua masyarakat, pegawai bea cukai termasuk kementrian keuangan harus bersatu menghadapi tantangan global yang penuh ketidakpastian ini,” sambungnya.

Dalam kesempatan itu, Mohammad Soufis Subri mengucapkan rasa syukurnya dapat menghadiri acara tersebut. Ini menunjukkan seluruh instansi vertikal memiliki satu visi dan tujuan untuk membangun Kota Probolinggo dengan baik.

Dia juga menjelaskan bahwa uang ini merupakan bagian yang secara devacto dan deyure digunakan dalam kehidupan sehari hari, dalam perkembangannya sampailah dengan yang namanya non tunai. “Kita manfaatkan momen non tunai ini, bagaimana kita mengkondisikan kinerja kita agar program non tunai dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh elemen masyarakat Kota Probolinggo,” jelasnya.

“Saya berharap, dengan adanya pembayaran non tunai , tidak ada lagi uang – uang yang beredar secara ilegal. Ini mempermudah kita kalau dikaitkan dengan zona integritas yang sudah dipampang,” harapnya.

Subri juga mengatakan dengan non tunai, integritas bea cukai semakin tinggi apalagi sudah menggaungkan wilayah bebas korupsi (WBK). “Kita harus bijak mengunakan uang dan manfaatkan uang sebaik mungkin,” tutupnya. (Mita/Humas)