Tim Penilai Kota Sehat Mulai Kunjungan Lapangan

image_pdfimage_print

 

Selasa (3/9) kemarin, Pemerintah Kota Probolinggo menyambut kedatangan tim verifikasi Kabupaten/Kota sehat tingkat nasional di Gedung Puri Manggala Bakti Kantor Wali setempat.  Tim verifikasi hadir 2 tahun sekali untuk mengevaluasi dan memonitoring kinerja bersama masyarakat dalam melaksanakan program kota sehat, tak hanya dengan data namun melihat langsung kondisi real di lapangan.

Sekda Bambang Agus Suwignyo menghadiri acara ceremonial penyambutan bersama para asisten. Kepala Dinas Kesehatan dr Ninik Ira Wibawati menjelaskan, tim verifikasi mempunyai agenda selama dua hari (3-4/10), diawali paparan Ketua Forum Kota Sehat Kota Probolinggo, serta kunjungan lapangan dan titik pantau. 

“Tak hanya kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait yang hadir pada siang ini, namun camat serta lurah se Kota Probolinggo dan para forum kota sehat tingkat kecamatan dan kelurahan juga kami hadirkan untuk memudahkan koordinasi bersama tim verifikasi apabila ada pertanyaan,” jelas Ninik, sapaan akrabnya.

Dalam sambutannya, dr Safa Huta Galung yang merupakan Ketua tim Verifikasi Kabupaten/Kota sehat tingkat nasional menyatakan program kota sehat dimulai sejak tahun 1998, namun baru tahun  2005 mendapat payung hukum. Penyelenggaraan kota sehat bertujuan untuk mewujudkan Kab/Kota yang bersih aman dan sehat, yang dilakukan dengan berbagai basis masyarakat yang difasilitasi oleh pemerintah. 

Proses pemberian penghargaan kota sehat ditahun 2015 diikuti oleh 147 Kabupaten/Kota dari 23 Provinsi namun ditahin ini mengalami peningkatan diikuti 173 Kabupaten/Kota dari 26 Provinsi. “Kami berharap penyelenggaran kota sehat ini mampu memfasilitasi hubungan kemitraan yang baik antara masyarakat dan pemerintah dengan meningkatkan taraf kesehatan di Kota Probolinggo,” harap Safa.

Sementara itu, Sekda Bambang Agus menyampaikan bahwa semenjak tahun 2015 Pemerintah Kota Probolinggo bersama 26 Kabupaten/Kota se Jawa Timur  telah mendapatkan penghargaan Swasti Sabha  dan dapat mempertahankan Swasti Sabha Wistara dengan mengikutkan 6 tatanan serta 29 lokasi pilot project yang tersebar di 5 kecamatan. 

Di tahun 2017 ini, Kota Probolinggo mengikuti verikasi kota sehat dengan mengikutkan 7 tatanan yakni kawasan pemukinan sarana dan prasarana sehat, kawasan ketahanan pangan dan gizi, kawasan kehidupan yang sehat dan mandiri, kehidupan sosial yang sehat, kawasan dan industri perkantoran yang sehat, kawasan tertib lalu lintas dan transportasi, kawasan pariwisata sehat yang merupakan tambahan tatanan. 

“Penghargaan tersebut, bukanlah tujuan utama dari implementasi kota sehat di Kota Probolinggo. Kita mengupayakan bagaimana nilai-nilai yang terkandung dalam berbagai tatanan tadi mampu menjadi budaya dan menyatu dalam kehidupan masyarakat, sehingga mampu mewujudkan kota Probolinggo sebagai kota sehat, bila penghargaan kembali kami dapatkan, merupakan bonus atas kerja keras Pemerintah Kota Probolinggo bersama masyarakat,” tukasnya penuh harap.

Usai paparan, tim penilai melakukan kunjungan lapangan ke titik pantau diantaranya ke Taman Pemrosesan Akhir (TPA), Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) dan kawasan mangrove Bee Jay Bakau Resort (BJBR). Sedangkan hari ini (4/10) lokasi kunjungan di Kampung Anti Narkoba Mangunharjo, Kampung PHBS dan Pemuda Peduli Lingkungan Wiroborang, SDN Wiroborang I, Taman Posyandu Harapan Wiroborang, Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Sukoharjo, KUBe Sumber Barokah Sumber Taman, Budidaya Ikan Sidat Wahana Sentosa Sumber Taman, Karang Kitri Jrebeng Wetan, Perum ASABRI RW XII Kanigaran, Terminal Bayuangga. (malinda/humas) 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.