Cegah Stunting, Puskesmas Jati Gelar Germas – Penting

ketua TP. PKK Kota Pobolinggo Aminah saat sambutan pada acara kegiatan Germas – Penting (gerakan masyarakat peduli stunting),  Sabtu (26/10) di halaman Puskesmas Jati. (Foto: Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Pencegahan stunting menjadi perhatian serius pemerintah saat ini. Begitu juga Pemerintah Kota Probolinggo. Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Jati, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar kegiatan Germas – Penting (gerakan masyarakat peduli stunting),  Sabtu (26/10) di halaman Puskesmas Jati. Tampak hadir Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aminah Zainal Abidin, Kepala Dinas Kesehatan, Ninik Ira Wibawati.

Kepala UPT Puskesmas Jati, Endah Ayu Lestari mengatakan stunting merupakan kondisi tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan seusianya. Penyebab utamanya, karena kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan, hingga masa lahir yang biasanya tampak setelah berusia 2 tahun.

Beberapa hal yang sudah dilakukan Puskesmas Jati untuk mencegah stunting, di antaranya mengajari siswa sekolah cuci tangan bersama, ada kelas ibu hamil, dan kelas ibu balita. “Penderita stunting di wilayah Puskesmas Jati sebanyak 17,45%. Angka ini diukur melalui posyandu yang ada di wilayah Puskesmas Jati, dengan mengelompokkan usia anak. Kita ukur tinggi badan serta berat badan,” jelasnya.

“Untuk pencegahan stunting saya harapkan, masyarakat mulai fokus untuk memberikan asupan gizi yang cukup dari 1000 hari pertama ibu hamil, sampai menyusui. Dengan cara memberikan ASI selama 2 tahun, pola asuh,  sanitasi yang bersih, kesehatan anak, serta kondisi sosial, ekonommi, dan lingkungan,” harapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Probolinggo mengatakan, untuk mewujudkan generasi emas dibutuhkan perluasan akses kesehatan dan pemanfaatan teknologi. Adapun dampak dari stunting akan berlangsung sepanjang kehidupan, dan kekurangan gizi pada anak berdampak serius.

“Saya berharap kepada seluruh bapak / ibu lintas program dan lintas sektoral untuk berkomitment mewujudkan kebijkan dalam bidang kesehatan, khususnya dalam bidang pencegahan stunting, dan terus proaktif menggerakkan masyarakat berperilaku sehat,” harapnya.

Dalam kesempatan itu ketua TP. PKK mengapresiasi kegiatan Germas – Penting yang diadakan Puskesmas Jati. “Semoga dari kegiatan ini, pemahaman kita tentang stunting menjadi tercerahkan. Kita yang hadir di sini dapat bersilaturahmi, serta sharing bersama,” harapnya.

Aminah menambahkan bahwa, pembangunan kesehatan pada hakikatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua komponen bangsa Indonesia. Tujuannya untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang, agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang tinggi.

Menurut Aminah, akibat dari stunting tidak hanya berdampak pada perawakan kerdil, tetapi juga berpengaruh pada perkembangan kognitif dan kecerdasan anak. Ia juga mengimbau agar masyarakat, khususnya ibu hamil untuk mencukupi asupan gizi.

“Mari masyarakat Kota Probolinggo menggerakkan anaknya untuk suka makan ikan, karena memang gizinya banyak. Untuk ibu hamil, supaya rajin datang ke posyandu karena di posyandu banyak sekali informasi tentang kesehatan agar ibu dan bayinya sehat,” tutup Aminah. Mita/Humas.