Ekraf Diharapkan Jadi Tulang Punggung Perekonomian Masyarakat

Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo saat memberikan sambutan sekaligus membuka fetival ekonomi kreatif di Gor A. Yani. (Foto:Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Mayangan – Saat ini, pengembangan ekonomi tidak hanya bagaimana produsen mensuplai kebutuhan bahan-bahan pokok konsumen. Namun lebih dari itu, produk yang dihasilkan harus lebih keratif dan inovatif. Hal ini semata-mata bertujuan untuk bertahan dalam persaingan ekonimi secara global.

Ekonomi kreatif (ekraf) adalah konsep ekonomi baru yang mengedepankan ide kreativitas. Ekonomi kreatif menawarkan lapangan kerja baru bagi para pelakunya. Hal ini yang mendorong pemerintah Kota Probolinggo untuk memfasilitasi warganya yang menggeluti ekonomi kreatif.

Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Festival Ekonomi Kreatif, di Gor Ahmad Yani, Sabtu (26/10). Mewakili Wali Kota Probolinggo, Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo membuka kegiatan tersebut.

Kabid Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Pramito Legowo dalam laporannya mengatakan, festival dilaksanakan selama dua hari yakni Sabtu  (26/10) – Minggu (27/10). Tujuannya untuk mendorong kiprah para pelaku ekraf, serta untuk mengapresiasi dan mempromosikan produk-produk ekraf Kota Probolinggo. festival ini merupakan ajang pertunjukan hasil karya para pelaku ekraf sehingga dikenal masyarakat luas.

Festival tersebut melibatkan peserta dari berbagai subsektor seperti subsektor musik, fotografi dan videografi, kuliner, kriya, fashion serta visual art. “Dalam memeriahkan kegiatan tersebut diadakan talk show yang mendatangkan nara sumber pelaku ekraf dari Kota Probolinggo. Seperti Bayu Krisna, sebagai Direktur Magnesium, Wahyu Hidayatullah (youtuber), Naufal M Jundan (selebgram), dan Ainur Rusydi pemilik Tegar Coffe,” kata Pramito Legowo dalam laporannya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo menyampaikan, mengapresiasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang baru. Ditunjuknya Wishnutama Kusubandio sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada kabinet Indonesia maju, membawa harapan besar bahwa ekraf bisa menjadi tulang punggung perekonomian bangsa Indonesia. Di mana prestasi Menteri Wishnutama saat menangani perhelatan atraksi pembukaan dan penutupan Asian Games ke 18 tahun lalu banyak menuai pujian dari dunia internasional.

Asisten Pemerintahan saat meninjau stand peserta festival ekonomi kreatif di Gor A. Yani. (Foto:Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

“Dengan ditunjuknya Wishnutama sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif besar harapan kita agar ekraf bisa menjadi tulang punggung perekonomian bangsa Indonesia. Semangat ini juga saya harapkan menjadi semangat bagi para pelaku industri kreatif untuk memajukan ekraf di Kota Probolinggo,” kata Gogol Sudjarwo.

Gogol juga menegaskan semangat untuk memajukan Kota Probolinggo melalui industri kreatif harus ditingkatkan dan diyakini. Pelaku ekraf juga harus belajar pada daerah-daerah lain di Indonesia yang telah mengembangkan ekonomi kreatifnya seperti di Yogyakarta, Bandung, dan Lombok.

Kota Probolinggo sendiri sebagai kota transit para wisatawan, terutama wisatawan kapal pesiar sedang bergerak menuju Kota Probolinggo yang memberi ruang para pelaku industri kreatif. “Jadi dengan adanya festival ekraf ini, saya berharap masyarakat mengenal apa itu ekraf sehingga mendongkrak kreativitas masyarakat. Khususnya para pemuda agar bisa membuat dan menghargai sebuah karya,” harapannya. (soni/humas)