Walikota: Pendataan Tim Survei Harus Sesuai Fakta di Lapangan

Wali Kota HAbib Hadi saat memberikan sambutan saat berlangsungnya acara Bimtek Tim Verifikasi Rumah Tangga Miskin (RTM) Kota Probolinggo di gedung Paseban Sena. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Mayangan– Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin membuka secara resmi Bimtek Tim Verifikasi Rumah Tangga Miskin (RTM) Kota Probolinggo di gedung Paseban Sena, Selasa (29/10) pagi. Nampak hadir Wakil Wali Kota Muhammad Soufis Subri, Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo dan Kepala Bappeda Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo. Kegiatan bimtek ini diikuti 53 orang yang merupakan tim verifikasi rumah tangga miskin di Kota Probolinggo.

“Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah kembali bapak, ibu sebagai tim penilai dan melakukan survei atas permohonan dan permintaan dari masayarakat. Serta, memudahkan dan keakuratan dan validasi data  yang akan diperoleh. Juga, untuk upaya update data dari RT RW yang ada di Kota Probolinggo,” ujar Kepala Bappeda Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo.

Sementara itu, Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin menjelaskan kemiskinan merupakan salah satu permasalahan mendasar yang menjadi pusat perhatian dari pemerintah pusat maupun daerah.  Salah satu aspek yang penting untuk mendukung penanggulangan kemiskinan  tersebut adalah  tersedianya data kemiskinan yang akurat dan valid. Data tersebut digunakan untuk meningkatkan program penanggulangan kemiskinan yang dilakukan pemerintah.

Asumsi yang masih berkembang hingga saat ini adalah pemerintah yang disalahkan oleh masyarakat. Seakan akan pemerintah tidak  mempedulikan kepada masyarakatnya. “Mudah-mudahan dengan terbentuknya tim ini dan tim survei di lapangan bisa melakukan yang terbaik dan sesuai amanah. Saya berharap, tim survei harus melakukan sesuai dengan fakta di lapangan.  Kalau tidak sesuai dengan fakta di lapangan, akan  berdampak hukum.  Dampak hukumnya, pemerintah seakan akan tidak peduli kepada masyarakatnya dan menyalurkan kepada yang tidak berhak dan tidak sesuai,” jelasnya.

Suasana berlangsungnya acara Bimtek Tim Verifikasi Rumah Tangga Miskin (RTM) Kota Probolinggo di gedung Paseban Sena. (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Habib Hadi juga menyampaikan kepada tim survei, pihaknya sudah mengantongi data masyarakat tidak mampu sebanyak 600 orang. Data ini akan dibandingkan dengan hasil survei. “Data yang saya punya sesuai atau tidak dengan yang didata oleh tim survei RTM ini.  Dengan kebersamaan, Insyaallah semua bisa kita atasi. Karena tujuan kita adalah membatu sesama, saudara kita yang membutuhkan perhatian. Dengan cara pendataan yang akurat, itu merupakan bentuk dari pemerintah untuk mengatasi kemiskinan yang ada di Kota Probolinggo,” ucapnya.

Rencananya, minggu depan akan dilakukan pendataan sekaligus pemasangan stiker bagi penerima bantuan. Hasil data survei di lapangan diharuskan sesuai dengan fakta yang ada. “Saya tidak ingin saudara-saudara kita yang membutuhkan perhatian dari pemerintah tidak masuk data. Tim ini harus serius dan jujur untuk melakukan pendataan,” pesan Habib Hadi.

Ia juga menyampaikan segala sesuatu yang ada di lapangan agar disampaikan sehingga pemerintah bisa mencarikan solusi yang terbaik khusus di wilayah Kota Probolinggo. Karena, penanggulangan kemiskinan di semua daerah pasti memiliki kendala. Hal ini dapat diatasi dengan keberanian dan ketegasan dari seorang pemimpin.

Untuk itu, dengan adanya data yang valid, kegiatan-kegiatan sosial dan lembaga-lembaga lainnya bisa memanfaatkan data ini. Rencananya, data ini sudah final akan dialihkan ke Dinas Sosial Kota Probolinggo. “Saya mengimbau kepada tim survei ini jangan memanipulasi data. Banyak keluhan atau protes dengan persoalan perhatian pemerintah terhadap keluarga yang tidak mampu. Semoga dengan kebersamaan ini satu per satu permasalahan yang ada wilayah Kota Probolinggo bisa teratasi,” ujarnya. (noviati/humas)