Toga Tomas Sampaikan Keluhan ke Wali Kota

image_pdfimage_print

Bertempat di Gedung Puri Manggala Bhakti, Wali Kota Rukmini hadiri Fasilitasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat, Selasa (17/10). Kegiatan ini juga dihadiri Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurizal, Dandim 0820 Letkol Kav. Depri Rio Saransi, sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo beserta camat dan lurah.

Beberapa topik dibahas dalam acara ini antara lain pencegahan isu radikalisme, isu-isu gangguan keamanan menjelang pilkada 2018, dan isu mengenai angkutan online gojek yang kini tengah banyak diperbincangkan masyarakat.

Sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir nampak antusias dengan digelarnya forum ini. Beberapa dari mereka mengeluhkan tentang kondisi infrastruktur di lingkungannya hingga maraknya perjudian yang ada di lingkungan sekitarnya.

Azis Siswanto misalnya, tokoh masyarakat asal Kelurahan Kedungasem ini mengeluhkan tentang maraknya perjudian yang terjadi di lingkungannya. Menurutnya, perjudian ini telah meresahkan masyarakat banyak. “Kami sudah melaporkan masalah perjudian ini pada polsek Wonoasih tapi masih belum ada perkembangan,”  tutur Azis.

Menanggapi hal ini, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian menyatakan apresiasinya atas laporan yang disampaikan oleh Azis terkait perjudian. Ia pun berjanji untuk segera menuntaskan masalah ini karena menurutnya perjudian adalah satu tindak pidana yang sangat dibencinya.

Tak hanya sekedar di mulut saja, menjelang akhir acara, AKBP Alfian menyampaikan bahwa pelaku perjudian baru saja berhasil ditangkap. Kabar ini sontak disambut meriah oleh para undangan yang hadir. “Alhamdulillah, pelaku perjudian baru saja dibekuk. Terima kasih atas laporan dan kerjasamanya, Pak Azis,” tutur AKBP Alfian.

Dandim 0820 Letkol Kav. Depri Rio Saransi menyatakan harapannya agar para tokoh agama dan tokoh masyarakat dapat membantu FKPD untuk mencegah munculnya paham radikalisme. Ia berharap agar para toga dan tomas dapat menularkan rasa nasionalisme kepada masyarakat sekitar dan tetap memegang teguh prinsip NKRI.

“Jika lihat antusiasme masyarakat saat nonton bareng film G30SPKI, angkanya mencapai 32.000 penonton. Ini membuktikan bahwa tingkat nasionalisme masyarakat tinggi. Hingga saat ini pun masih ada sekolah-sekolah yang ingin menggelar kembali nobar untuk para anak didiknya,” jelas Letkol Kav. Depri Rio Saransi.

Terkait dengan angkutan online gojek, AKBP Alfian menyatakan bahwa pihaknya telah bertemu dengan kedua belah pihak. Kepada pihak Asosiasi Sopir Angkot Probolinggo (ASAP), ia meminta agar mereka lebih meningkatkan pelayanan pada konsumen. Menurutnya saat ini konsumen berhak memilih untuk menggunakan layanan terbaik.

Sementara itu di sisi lain, AKBP Alfian beranggapan bahwa untuk saat ini angkutan online masih belum dibutuhkan di Kota Probolinggo, apalagi mereka juga belum mengantongi izin. “Kepada Ibu Wali Kota saya menyarankan agar aplikasi gojek diblokir saja karena untuk saat ini angkutan online masih belum begitu dibutuhkan,” jelas AKBP Alfian.

Di akhir acara, Wali Kota Rukmini menyampaikan harapannya agar masyarakat dapat turut serta menyukseskan pilkada 2018 nanti. Di Jatim sendiri, 17 kabupaten/kota juga menggelar pesta demokrasi tahun depan. Ia berharap agar peristiwa di pilkada sebelumnya tidak terulang.

“Saya berharap pilkada di Kota Probolinggo nanti berjalan aman dan lancar. Siapa pun pemenangnya harus kita ikuti. Jangan sampai ada ujaran kebencian di media sosial. Jangan sampai kejadian di pilkada sebelumnya terulang lagi,” terang Rukmini.(alfien/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.