Wawali Promosikan Potensi Ekonomi dan Mangga Probolinggo

Wawali saat memberikan sambutan selamat datang kepada Kepala Bakorwil V Jember dan para undangan. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN. Kota Probolinggo menjadi tuan rumah pertemuan antar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bakorwil V Jember. Kegiatan yang berlangsung di restoran milik resort yang berlokasi di hutan mangrove Mayangan itu berlangsung selama 2 hari, 29 dan 30 Oktober 2019. Sebagai tuan rumah, Wakil Wali Kota Probolinggo Muchammad Soufis Subri hadir pada kesempatan.

Dalam sambutan selamat datangnya, Wawali mengucapkan terima kasih kepada Kepala Bakorwil V Jawa Timur di Jember yang telah memilih Kota Probolinggo sebagai lokasi pertemuan. Subri juga mempromosikan potensi ekonomi dan buah manga Probolinggo.

“Kalau disebut sebagai tuan rumah, saya lebih pas disebut sebagai tuan lokasi. Terkait dengan lokasi, Pak Tjahjo tidak salah memilih tempat di Kota Probolinggo. Kota Probolinggo ini luar biasa pak, karena memiliki potensi-potensi tidak hanya terkait dengan wisata, tapi terkait dengan ekonomi. Kota Probolinggo mau tidak mau menjadi connecting untuk wilayah Bakorwil V. Kami punya tol, punya stasiun, dan yang paling penting kami punya laut yang luar biasa di mana grand desainnya oleh Propinsi nanti akan menyamai Tanjung Perak di Surabaya, yang nanti kedalamannya akan mencapai 20 meter,” ungkap Subri.

“Banyak sekali potensi wisata di Kota Probolinggo yang bisa di explore. Seperti Gereja Merah hanya ada dua di dunia. Satu di Belanda, dan satunya ya di Kota Probolinggo. Namun yang kita harus pikirkan bagaimana potensi ekonomi pasca dibangunnya tol ini. Mungkin Situbondo, Bondowoso, Banyuwangi, Jember belum terasa dampaknya. Tapi bagi Probolinggo baik Kota maupun Kabupaten, dan Lumajang sudah mulai terasa. Tidak hanya masalah okupansi, tidak hanya masalah kuliner, tapi sekarang orang Probolinggo itu, misalkan punya uang 1 juta, tidak mau lagi beli sepatu di Probolinggo. Belinya di Surabaya, karena hanya butuh waktu 1,5 jam, dan pilihannya banyak,” ujar Subri.

“Dulu tol dibangun harapannya hotel kita akan semakin penuh. Sekarang terbalik. Begitu tolnya rampung, yang menginap justru berkurang. Karena akhirnya mereka berfikir, dari pada menginap, lebih baik pulang, karena hanya 1 sampai 1,5 jam ke Surabaya,” pungkas Subri.

Kepala Bakorwil V Jember saat memberikan sambutan. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Kepala Bakorwil V Jawa Timur di Jember, R. Tjahjo Widodo dalam kesempatan itu mengenalkan salah satu calon investor yang datang dari Kanada, Paul. Paul sendiri dalam kesempatan itu menegaskan pihaknya bersedia menjadi investor untuk pembangunan rumah sakit, hotel bintang 4 ke atas, jalan tol, pelabuhan. Namun Ia menegaskan ia akan berinvestasi asal tanah yang digunakan jelas, surat-surat pendukungnya juga jelas.

Dalam kesempatan itu, tampak hadir Wakil Bupati Probolinggo, dan Ketua DPRD Kabupaten Jember. Juga beberapa pejabat dari Propinsi Jawa Timur, Kepala Bank Indonesia wilayah Jawa Timur. (Abdurhamzah/humas)

Suasana berlangsungnya acara pertemuan antar Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Bakorwil V Jember. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)