Baperwil Jember Gelar Pembinaan di Kota Probolinggo

image_pdfimage_print

 

Kota Probolinggo mendapat kehormatan menjadi tuan rumah kegiatan “Pembinaan dan Evaluasi Pelaksanaan Ketentraman, Ketertiban Umum, dan Perlindungan Masyarakat” yang digelar Badan Perwakilan Wilayah (Baperwil) Jember, Rabu (18/10).  

Kegiatan kali ini mengundang seluruh Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) Kodim, Kasatlinmas Polres, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Dinas Pariwisata, dan Satpol PP kabupaten/kota se-wilayah kerja Baperwil Jember, yakni, Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Jember dan Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini untuk menjaga silaturahmi dan meningkatkan kerjasama antar kabupaten/kota yang ada di wilayah kerja Baperwil Jember.

Dalam kegiatan ini, Kepala Baperwil Jember, Tjahjo Widodo mengatakan Indonesia harus bisa menjadi tempat berlindung di masa tua, sama halnya dengan lirik lagu “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki. Dia mengatakan terdapat beberapa tanda kehancuran suatu bangsa yang telah terlihat di Indonesia seperti meningkatnya perilaku kekerasan dalam kehidupan remaja, penggunaan bahasa yang buruk, meningkatnya perilaku seksual dan merokok, dan merosotnya perilaku moral. “Selain itu, Indonesia saat ini termasuk darurat narkoba, dimana narkoba sudah masuk di lingkungan sekolah-sekolah,” kata pria yang pernah bertugas di BNN ini. 

Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekitar. Dia juga mengingatkan untuk lebih bijak dalam berinteraksi di media sosial dan tidak mudah termakan provokasi yang berbau SARA dan ujaran kebencian. 

“Jangan sampai ada kejadian seperti pemboman di Kampung Melayu, ataupun ikut dalam kelompok-kelompok radikal seperti Gafatar,” katanya. Dia juga mengingatkan tentang segitiga besi yang harus tetap dijaga sesuai pesan Gubernur Jawa Timur. “Yakni keamanan dan ketertiban yang kondusif, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan pertumbuhan ekonomi berjalan baik sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” katanya. 

Wali Kota Probolinggo Rukmini pun mengatakan, bahwa sudah menjadi tugas seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban, bukan hanya tugas dari  aparat keamanan. “Dengan jalan jangan memperdebatkan perbedaan yang ada, tapi memperkuat perbedaan tersebut untuk menjadi sebuah kekuatan,” kata Rukmini. 

Dia juga mengatakan peran FKUB sangat besar untuk selalu memberikan bimbingan, pencerahan dan saling menghormati dan toleransi antar pemeluk agama, dan tidak memaksakan suatu ajaran kepada pemeluk lainnya. Dia juga mengingatkan untuk mendinginkan suasana saat Pemilu tahun depan. “Sehingga Pemilu berjalan dengan lancar dan tertib,” katanya.

Dia juga mengharapkan  peningkatan kerjasama yang bisa dilakukan oleh seluruh kabupaten/kota yang masuk dalam wilayah kerja Baperwil Jember misalnya dalam bidang pariwisata. “Kota Probolinggo telah menjadi tempat bersandar kapal pesiar, mungkin saja bisa para turis yang turun dari kapal tersebut tidak hanya pergi ke Bromo, tapi juga bisa ke Ijen atau destinasi wisata lain yang ada di kabupaten/kota lainnya,” kata Rukmini. (hariyantia/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.