Kota Probolinggo Raih Dua Prestasi di MTQ ke-XXVIII Tuban

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan sambutan saat penutupan MTQ tingkat jatim ke XXVIII. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

TUBAN – MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) ke- XXVIII 2019 Tingkat Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan di Kabupaten Tuban mulai 25 Oktober sampai 2 November telah berakhir. Kegiatan yang rutin digelar dua tahun sekali ini ditutup langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Sabtu (2/11) malam, di Alun-Alun Kabupaten Tuban.

Diketahui, ada 22 cabang yang dilombakan pada MTQ tingkat Provinsi Jatim kali ini. Untuk Kota Probolinggo mengirimkan 22 kafilah untuk mengikuti enam cabang lomba MTQ. Yakni tartil quran, tilawah anak-anak, tilawah remaja, tilawah dewasa, tahfidz 10 juz, 1 juz tilawah, syarhil quran, fahmil quran, khotil quran, cabang naskah, cabang hias mushaf, cabang dekorasi.

Dari enam cabang yang diikuti oleh Kota Probolinggo, hanya dua cabang yang dapat meraih kemenangan, yakni juara tiga di cabang hias mushaf atas nama Siti Halima dari Ponpes Riyadlus Sholihin. Dan, juara harapan dua dari cabang tartil quran atas nama Faza Nur Hanifah Zain dari MI Kahasri. Dari perolehan tersebut Kota Probolinggo berada di peringkat 30 secara umum, sedangkan juara umum diraih oleh tuan rumah Kabupaten Tuban.

Dalam sambutannya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyampaikan para kafilah yang sekarang ikut MTQ tingkat Provinsi Jatim supaya ikut MTQ tingkat nasional untuk mewakili Provinsi Jawa Timur, yang akan diselenggarakan pada 18 Juni 2020.”Mudah-mudahan Jawa Timur menjadi juara umum di tingkat nasional,” kata Khofifah yang kemudian disambut semangat oleh peserta yang hadir.

Dalam kesempatan itu juga, Khofifah juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bupati Tuban dan panitia penyelenggara atas sambutan yang luar biasa selama menjadi tuan rumah. “Maka MTQ ke XXVIII akan saya tutup dan kita berjumpa kembali di Kabupaten Pamekasan pada MTQ ke XXIX tahun 2021,” kata Khofifah.

Wali Kota Probolinggo Habib Hadi turut hadir saat penutupan MTQ tingkat jatim ke XXVIII. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Sementara itu Wali Kota Probolinggo Habib Hadi mengatakan akan terus mendidik dan mengkader untuk menumbuhkan bibit – bibit di Kota Probolinggo. “Karena gelaran ini sangat bagus untuk kaum milineal supaya bisa melestarikan MTQ. Dan kita harus memberikan pemahaman pada kaum pemuda supaya bisa melakukan terbaik,” kata Habib Hadi.

Habib Hadi juga berharap Kota Probolinggo menjadi tuan rumah pada lomba MTQ tingkat Provinsi Jawa Timur. “Saya harap Kota Probolinggo kedepan bisa menjadi tuan rumah, dan akan siap jika ditunjuk sebagai tuan ruman nantinya,” tutur Habib Hadi saat ditemui seusai menghadiri penutupan MTQ ke XXVIII.

“Saya ucapkan selamat kepada kafilah yang juara dan harus bisa menularkan prestasinya di wilayah masing-masing. Karena banyak pemuda-pemuda yang belum memahami dan belum mengerti. Dengan adanya kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bahwasannya anak muda itu bukan hanya senang-senang tapi bisa melakukan yang terbaik untuk masa depannya,” sambung Habib Hadi.

Pada acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua dan Anggota DPRD Jawa Timur, Wakil Kapolda Jawa Timur, Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Wali Kota/Bupati se- Jawa Timur dan Ketua MUI Jawa Timur. Penutupan MTQ tersebut juga dimeriahkan oleh band dari Yogyakarta yaitu Letto. (soni/humas)

Inilah kemeriahan saat penutupan MTQ ke- XXVIII 2019 Tingkat Provinsi Jawa Timur . (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)