PAPBD Kota Probolinggo Didok

image_pdfimage_print

 

Wali Kota Probolinggo Rukmini bersama Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghafur akhirnya menandatangani keputusan DPRD tentang raperda Perubahan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah (APBD) 2017, Rabu (18/10). Artinya, PAPBD 2017 sudah didok dan dapat segera direalisasikan dalam pekan depan. 

Rapat paripurna dewan dilaksanakan menindaklanjuti surat dari Gubernur Jawa Timur No 188/18363/013.4/2017 tanggal 17 Oktober 2017 terkait penyampaian hasil evaluasi raperda Kota Probolinggo tentang perubahan APBD TA (tahun anggaran) 2017 dan rancangan perwali tentang penjabaran perubahan perubahan APBD TA 2017. 

Dewan telah menyetujui penetapan tersebut, dengan rincian pendapatan usai PAPBD yang semula Rp 896.779.098.351,66 bertambah Rp 7.346.086.252,00 sedangkan jumlah pendapatan setelah perubahan Rp 904.125.184.603,66. 

Anggaran belanja semula Rp 971.252.532.356,13 bertambah Rp 195.409.020.646,17 jumlah belanja setelah perubahan Rp 1.166.661.552.002,30 terjadi defisit Rp 262.536.367.398,64. 

Untuk pembiayaan terdiri dari penerimaan daerah dan pengeluaran daerah. Penerimaan pembiayaan semula berjumlah Rp 79.973.433.004,47 bertambah Rp 190.562.934.394,17 setelah perubahan menjadi Rp 270.536.367.398,64. Sementara itu, pengeluaran pembiayaan semula berjumlah Rp 5,5 M bertambah Rp 2,5 M setelah perubahan pengeluaran mencapai Rp 8 M. Pembiayaan netto setelah perubahan Rp 262.536.367.398,64. Silpa PAPBD nol rupiah. 

Raperda ini telah dilakukan penyempurnaan dan penyesuaian oleh wali kota bersama DPRD. “Pencairan anggaran bisa dilakukan pada Senin (23/10) karena ada yang harus disempurnakan mengingat ada pergeseran anggaran di beberapa OPD (organisasi perangkat daerah),” ujar Kepala Badan Pengelola Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Imanto. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.