Satpol PP Optimalkan Layanan Probolinggo Siaga 112

Para petugas layanan probolinggo siaga 112 terus memantau. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Satpol PP Kota Probolinggo selalu berupaya mengoptimalkan layanan Probolinggo Siaga 112. Beberapa waktu lalu, Satpol PP telah menandatangani kerjasama dengan Kodim 0820 Probolinggo untuk penanganan kegawatdaruratan dan gangguan ketentraman ketertiban masyarakat (trantibmas).

“Kami menyempurnakan regulasi-regulasi seperti SOP (standar operasional prosedur), membuat SK tim, perjanjian kerjasama dengan tim eksternal. Termasuk merevisi perwali, memasukkan urusan trantibmas kegawatdaruratan yang lain dengan melibatkan linmas yang ada di lingkungan,” jelas Kepala Satpol PP Agus Efendi.

Pihaknya juga meningkatkan SDM emergency call taker atau petugas operator 112 sekaligus sarana dan prasarana Probolinggo Siaga 112. Sosialisasi layanan ini pun diperluas melalui berbagai media massa dan media sosial, dengan sasaran para pelajar dan masyarakat luas.

Dengan layanan ini, Agus Efendi berharap, gangguan yang ada di sekolah atau di masyarakat dapat direspon dengan cepat. “Gangguan yang banyak dilaporkan kepada kami ada soal tawuran, pelajar membolos, mabuk-mabukan. Itu yang selain bencana pada umumnya,” kata mantan Kepala Disdikpora ini.

Pada 8 November lalu, di Aula Bakesbangpol, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menandatangani kerjasama dengan Kodim 0820. Menurut Agus Efendi, kerjasama ini harus dilakukan untuk mengatasi gangguan di masyarakat yang tidak bisa diatasi sendiri oleh Satpol PP.

Ia menceritakan, semisal ada gangguan di masyarakat seperti orang gila atau mabuk-mabukan, tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Satpol PP bisa menanganinya. Namun apabila ada yang menggunakan senjata tajam atau mengamuk, maka gangguan ini sudah naik level.

“Kodim dan Polresta yang memback-up. Polsek melalui Babinkamtibmas, Koramil dengan Babinsa-nya. Atau saat ada bencana alam dan kegawatdaruratan lainnya seperti carok, Satpol PP tidak mampu dan membutuhkan back up beliau-beliau (TNI-Polri),” beber Agus Efendi.

Sementara itu, Wali Kota Hadi Zainal Abidin menyampaikan, layanan Probolinggo Siaga 112 merupakan bukti bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat. Pemerintah siap menerima laporan gangguan trantibmas yang ada di lingkungan masyarakat di 29 kelurahan.

“Masyarakat yang melaporkan akan terdeteksi keberadaannya. Semuanya lengkap. Jadi, jika ada laporan semua elemen pendukung Probolinggo Siaga 112 akan segera menindaklanjuti. Tentunya, program ini sesuai dengan harapan saya,” kata Habib Hadi. (famydecta/humas)