Tutup Event PTD, Ini Pesan Wali Kota Habib Hadi Untuk Warganya

Wali Kota Habib Hadi saat memberikan sambutan saat penutupan Probolinggo Tempo Doeloe. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Event Probolinggo Tempo Doeloe (PTD) ke-3 tahun 2019 resmi ditutup oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Sabtu (16/11) malam. Pengundian hadiah umroh, penyerahan bantuan, sholawatan serta tausiyah dari Habib Haikal Husen Al Amry disaksikan ribuan warga yang memadati Stadion Bayuangga.

Pemerintah Kota Probolinggo berbagi untuk 1001 siswa SD/MI negeri/swasta mendapatkan bantuan peralatan sekolah; 420 siswa SMP/MTs negeri/swasta juga dapat peralatan sekolah; 360 siswa SMA/SMK/MA negeri/swasta mendapat beasiswa masing-masing siswa Rp 200 ribu.

Bantuan untuk korban tragedi Wamena sebanyak 51 orang. Per orang mendapatkan bantuan Rp 1 juta. Dari data Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, ada 81 orang warga kota. Namun hanya 51 yang mengajukan proposal kepada pemerintah kota. Dana bantuan berasal dari Dinas Sosial dan BAZ Kota Probolinggo.

“Mudah-mudahan bermanfaat untuk saudara kita yang baru kena musibah Wamena. Kita beri bantuan secukupnya, walaupun sedikit, inilah bentuk perhatian pemerintah,” kata Wali Kota Habib Hadi-sapaannya.

Dalam sambutannya, wali kota mengajak masyarakat muslim mengingat kembali perjuangan Rasulullah dalam menegakkan agama Islam di tengah kebudayaan Arab pada zaman jahiliyah kala itu. Masyarakat diminta bisa meneladani sikap dan perbuatan atau akhlak Rasulullah. “Mudah-mudahan kita mendapaat syafaat beliau,” tutur Habib Hadi.

Sementara itu, di PTD yang ketiga, namun menjadi yang pertama di kepemimpinan Habib Hadi-Subri, wali kota berjanji akan mengevaluasi dan memperbaiki apa yang menjadi keluhan masyarakat. Ia mengaku ingin menjalin silaturahmi dan saling duduk bersama-sama masyarakat untuk memberikan hal baik untuk Kota Probolinggo.

“Kami ingin berkumpul, duduk bersama memikirkan Kota Probolinggo bersama masyarakat. Ada kekurangan, kasih masukan ke pemerintah. Saya akan menerima saran dan masukannya. Masyarakat harus merubah pola pikir hanya menilai kekurangan tanpa memberikan solusi pada pemerintah,” seru Habib Hadi yang berencana akan banyak menggelar banyak event untuk hiburan masyarakat.

Habib Haikal Husen Al Amry saat meberikan tausiyah. (Foto:Welly/Humas  dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Mantan anggota DPR RI ini juga menyampaikan kebijakan apa yang sudah dilakukan dalam pemerintahannya. Yaitu realisasi 18 unit ambulance dari 29 unit yang diajukan ke DPRD, pemasangan stikerisasi untuk penerima bantuan bagi warga miskin, pelaksanakan UHC (Universal Health Coverage) dan pembangunan rumah sakit baru.

“Sambung doa untuk pembangunan rumah sakit yang sekarang proses sudah berjalan. Kalau tidak ada halangan tahun 2020 akan segera dimulai sekitar bulan Maret atau April,” pintanya.

Menurut Habib Hadi, apa yang sudah dilakukan bersama wakil wali kota harus disampaikan. “Karena saya melaksanakan tugas dan amanah karena mendapat mandat dari warga kota. Harus disampaikan apa adanya. Masyarakat biar mendengar langsung dari pemerintah, bukan dari orang lain. Tantangan pemerintah sangat berat, tanpa dipahami dan didukung oleh masyarakat tidak mungkin bisa terwujud,” jelas suami dari Aminah Hadi Zainal Abidin ini.

Yang paling mendebarkan malam itu adalah pengundian hadiah utama PTD yakni umroh. Muncullah nomor undian milik Mulyadi, warga Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan yang mendapat rezeki umroh. Hadir di kegiatan malam itu Wawali Mochammad Soufis Subri, perwakilan forkopimda dan sejumlah pejabat. (famydecta/humas)

Wali Kota Habib Hadi memberikan doorprize umrah bagi pemenang undian. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)