Wawali saat sambutan pada acara memeringati gebyar Hari Kesehatan Nasional ke-55. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Serangkaian acara digelar memeringati gebyar Hari Kesehatan Nasional ke-55, HUT Korpri ke-58, HUT Dharma Wanita Persatuan ke-20 sekaligus pencanangan PKK-KKBPK-Kesehatan, di Makodim 0820 Probolinggo, Minggu (17/11) pagi. Acaranya pun berlangsung seru dengan berbagai hiburan hingga senam bareng.

Penyerahan hadiah yang dilaksanakan dalam rangka HKN ini diserahkan oleh Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri, yang mewakili Wali Kota Hadi Zainal Abidin. Sejumlah lomba itu antara lain jinggle TV diraih SMAK Mater Dei, Duta Kesehatan Remaja dari SMAK Mater Dei, Duta Kesehatan Ibu Hamil dari Kecamatan Kedopok, penyuluh kesehatan reproduksi putra dari SMP Negeri 7 sedangkan putri dari SMP Negeri 5.

Untuk senam peregangan di tingkat kerja dimenangkan PDAM Probolinggo, Kelurahan Siaga Aktif diraih Wiroborang. RSUD dr Mohamad Saleh memborong juara untuk lomba bola voli buta putra dan putri, tenis meja single putra dan putri, serta tenis meja double putra dan putri.

Pada kesempatan itu, Wawali Subri menyerahkan penghargaan kepada Sulistyo Triantono Putro atas inovasi Si INOL AJA. Penghargaan juga diberikan kepada Kepala Dinas Kesehatan Ninik Ira Wibawati atas implementasi UHC (Universal Health Coverage) di Kota Probolinggo.

Gebyar HKN ini dilaksanakan sebagai pengingat kepada publik, bahwa derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya akan terwujud jika komponen bangsa dapat berperan serta dalam kesehatan, sesuai tema HKN ke-55 yaitu Generasi Sehat, Indonesia Unggul.

Pembangunan kesehatan telah memperjuangkan tiga pilar, yaitu paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan dan penyediaan biaya jaminan kesehatan nasional yang mengusung kegiatan promotif dan preventif melalui program unggulan bidang kesehatan. Seperti Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat), PIS-PK (Program Indonesia Sehat Dengan Pendekatan Keluarga) dan NS (Nusantara Sehat).

Menurut Wawali Subri, tidak mudah memaksimalkan pembangunan kesehatan sehingga menjadi tantangan bagi pemerintah dan instansi vertikal. Menjadi bangsa unggul harus dimulai dari kesehatan yang memadai. Untuk mewujudkan kesehatan memadai diawali dengan pendidikan yang memadai.

“Sesuai dengan visi misi Kota Probolinggo, OPD diharapkan menyiapkan terkait dengan pendidikan. Tidak hanya tugas Dinas Pendidikan, tiap kepala OPD harus meyakinkan jajaran bahwa pendidikan adalah window dari permasalahan di Indonesia,” kata Subri.

Masih kata wawali, saat ini posisi Indonesia di peringkat 91 dunia. Pertama Islandia, terakhir negara di Afrika urutan 188. Posisi Indonesia yang tidak termasuk dalam ranking 10 besar dunia membuat pemerintah harus berpikir keras.

“Harus kerja keras dan sungguh-sungguh. Bapak Wali Kota berharap kegiatan seremonial apapun harus benar-benar dirasakan masyarakat Kota Probolinggo. OPD harus memiliki sense of belonging bahwa anggaran yang dikeluarkan berkorelasi dengan masyarakat,” ujar Subri yang mengapresiasi kegiatan ini. UHC (Universal Health Coverage) di Kota Probolinggo menjadi salah satu upaya pemerintah kota dalam menyempurnakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Wawali Subri menambahkan, bertepatan dengan HUT Korpri dan DWP, tepat sekali dengan mindset yang dibangun oleh wali kota saat pertama dilantik. “Pemerintah bukan bagian memerintah tapi melayani masyarakat. Kami ingin di era kami, pemerintah menjadi bagian dari masyarakat Kota Probolinggo,” imbuhnya. (famydecta/humas)