Wali Kota Dicurhati Kepala Rupbasan

image_pdfimage_print

 

Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kota Probolinggo, Mali melakukan audiensi dengan Wali Kota Probolinggo, (25/10). Acara yang dilangsungkan di ruang transit Kantor Wali Kota Probolinggo itu merupakan kesempatan pertama Mali bertemu secara langsung dengan Rukmini. Ini setelah Mali menjabat sebaga Kepala Rupbasan Kota Probolinggo yang baru dilantik pada 10 oktober 2017. 

Sebelum di Kota Probolinggo, Mali pernah bertugas di Kota Pasuruan dalam kurun waktu 2007 sampai 2016. Setelah itu, Ia mutasi menjadi Kepala Rupbasan Bengkulu Utara selama 1 tahun 5 bulan, kemudian pindah ke Kota Probolinggo. 

“Saya berharap Rupbasan lebih dikenal masyarakat ibu. Kalau soal Lapas orang pasti sudah tahu, nah Rupbasan ini belom banyak yang kenal. Kalau Lapas itu menjaga orangnya, nah kami barang buktinya. Sesuai dengan instruksi Direktur Rupbasan, kita punya tagline Rupbasan Bangkit. Kami ingin mengenalkan Rupbasan kepada masyarakat,” ungkap Mali Kepala Wali Kota Rukmini.

Selain memperkenalkan Rupbasan, Mali juga curhat soal tanah asset yang ditempati kantor Rupbasan saat ini. “Saat ini ibu, masalah tanah statusnya masih pinjam pakai. Tanah yang kami tempati itu tanah asset milik Pemkot Probolinggo. Kami inginnya kalau Pemerintah Kota Probolinggo berkenan untuk menghibahkan ke Kementerian Hukum dan HAM RI. Atau bagaimana administrasinya sehingga kami bisa menempati asset atas nama kami, sehingga memudahkan kami dalam mengelola barang milik Negara,” harap Mali.

Menyikapi keluhan Kepala Rupbasan, Wali Kota memastikan bahwa pemerintah Kota Probolinggo pada intinya setuju untuk melakukan tukar guling asset. “Saya setuju jika Rupbasan mengingkan tanah asset tersebut. Tanah itu seluas 3.800 m², silahkan kalau mau ditukar guling dengan tanah. Atau kalau dengan nominal juga bisa kalau itu akan mempercepat proses tukar guling. Nanti silahkan tunjuk tim penilai asset. Tapi saya berharap bisa ditukar dengan tanah bekas KPP Pratama di depan Kantor KPU Kota Probolinggo. Silahkan saja dinilai assetnya kami intinya bersedia,” ungkap Rukmini. (abdurhamzah/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.