Eksotika Batik Kuno Probolinggo dalam Balutan Festival Batik

Putri Indonesia 2018 Sonia Firginia telah tampil fashion show saat Festival Batik 2019mKota Probolinggo. (Foto: Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – 21 batik kuno Probolinggo dari 150 motif yang ada, kembali direplika dengan begitu cantik oleh para pembatik di Kota Bayuangga. Eksotika batik kuno itu oleh para desainer pun disulap menjadi sebuah gaun muslimah yang anggun dan kental nuansa etnik.

Tampilan tersebut dipersembahkan dalam Festival Batik gelaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbupar) Kota Probolinggo, Minggu (17/11) malam. Mengawali gelaran seremoni Festival Batik yang dihadiri bintang tamu Putri Indonesia 2018 Sonia Firginia, telah tampil fashion show Duta Batik Probolinggo yang diadakan saat Semipro 2019.

Kemudian pengumuman lomba fashion show yang dijuarai Izatul Karimah dari SMK Negeri 3, Bintang Kirana Valentina dari SMP Negeri 1 dan Nadha Afiah dari SMP Negeri 1. Sedangkan juara lomba foto diraih Christian Emanuel, Chaesaraffa Jibriel dan Sherly Amelia Andini.

Replika batik kuno yang telah didesain sedemikian rupa cantiknya dimenangkan Tiara Rizky Marsha Laduni, Slamet Hariyadi dan Muchlis Anshori. Untuk juara favorit diraih Lina Mardiana.

Kepala Disbudpar Tutang Heru Aribowo mengatakan, festival ini sebagai upaya pengembangan batik kuno dengan tujuan mempromosikan batik kuno kepada masyarakat luas sekaligus melestarikan batik kuno sebagai warisan leluhur.

“Dengan sasaran komunitas batik, desainer, pelajar SMP dan SMA, Tim Pengerak PKK dan agen model yang ada di Kota Probolinggo,” tutur Tutang. Rangkaian festival ini ada pameran batik, edukasi batik, lomba fashion show, lomba desain baju batik dan penobatan TP PKK Kecamatan sebagai duta batik.

Wawali saat foto bersama dengan Putri Indonesia 2018 Sonia Firginia dan para peserta lomba fashion show. (Foto: Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Wawali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri mengapresiasi upya menggali batik di Kota Probolinggo. Ia pun berharap ajang festival ini menjadi agenda wisata dan digelar bisa lebih dari satu hari. Ia juga meminta Disbudpar bersinergi dengan OPD terkait dan lintas sektoral.

Ya, ini bukan kali pertama festival batik digelar Disbudpar. Festival ini sudah ketiga kalinya. Menurut wawali, batik harus menjadi gaya hidup dan bukan sesuatu yang kuno. Kini anak muda pun banyak yang menyukai batik untuk dikenakan dalam momen tertentu.

“Saya melihat, kualitas para pembatik di Kota Probolinggo ini semakin meningkat. Tentu saja ini tidak lepas dari kerjasama berbagai pihak, bukan hanya pembatik saja. Kami mengapresiasi orang-orang yang memiliki kemampuan membatik dan mengabdikan dirinya mengajar membatik di Kota Probolinggo,” ujar Subri.

Selain mengucapkan selamat kepada para pemenang, Subri juga mengucapkan terima kasih atas partisipasi berbagai pihak hingga terselenggara event ini. “Karya pembatik dan desainer kota punya daya saing,” cetus wawali.

Putri Indonesia 2018 Sonia Firginia, malam itu menggunakan batik motif kuno yang menceritakan sebagai lambang keabadian cinta. Ia pun terkesan dengan batik yang ia kenakan. “Batik memang tidak akan ada habisnya, motifnya pun terus berkembang. Saya sangat terinspirasi dan takjub dengan keindahan batik kuno Kota Probolinggo ini,” katanya.

Setiap batik punya ciri khas, lanjut perempuan cantik asal Bangka Belitung ini. Malam itu, ia mengajak kaum milenial untuk ikut mengampanyekan batik. “Anak muda Kota Probolinggo, jangan malu menggunakan batik ya. Ayo kita cintai batik Kota Probolinggo,” seru Sonia. (famydecta/humas)