Rukmini : Stop Perdebatan yang Mengarah Pada Perpecahan 

image_pdfimage_print

 

Senin, (30/10) ribuan orang dari berbagai elemen baik pelajar, mahasiswa, serta instansi pemerintahan memadati Alun-alun Kota Probolinggo, untuk mengikuti upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke – 89 dan Hari Jadi Ke – 72 Provinsi Jawa Timur tahun 2017.

Wali Kota Probolinggo Rukmini bertindak sebagai selaku inspektur upacara. Nampak hadir jajaran pimpinan DPRD setempat, Kapolres Probolinggo AKBP Alfian Nurizal, perwakilan Forkopimda, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat beserta lurah, dan ASN di lingkungan Pemkot Probolinggo.

Upacara diawali pengibaran bendera merah putih oleh Paskibraka, kemudian pembacaan teks Pancasila oleh wali kota yang diikuti dan dilanjutkan dengan pembacaan UUD 1945, dan pembacaan keputusan kongres pemuda 1928 serta  pembacaan ikrar anti narkoba yang dibacakan oleh pemuda KNPI Kota Probolinggo .

Upacara pun berlangsung dengan khidmat dan lancar. Wali Kota Rukmini membacakan pidato Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia yang berjudul “Berani Bersatu”. Dalam amanat menyebutkan, lanjut Rukmini, kita patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan sumpah pemuda. Sudah seharusnya kita meneladani langkah – langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya. 

“Mari kita cukupkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Kita seharusnya malu dengan para pemuda 1928 dan juga Bung Karno, karena masih harus berkutat di soal-soal ini. Sudah saatnya kita melangkah ke tujuan lain yang lebih besar, yaitu mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” lanjutnya.

Selain sumpah pemuda, saat upacara wali kota juga membacakan sambutan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Tema peringatan Hari Jadi ke-72 Provinsi Jawa Timur tahun 2017 adalah “Peningkatan sumber daya manusia lewat pendidikan kejuruan sebagai solusi menuju jawa timur  mandiri dan berdaya saing global”. 

“Merupakan sebuah tekad dan semangat Provinsi Jawa Timur membangun ekonomi berbasis SDM (humas development economic based), agar mampu tumbuh inklusif dan berkelanjutan dengan fokus pada segmen UMKM,” katanya. 

Semangat ini sangat relevan dengan persoalan dan tantangan Jawa Timur kedepan yang tidak ringan.  Yaitu bonus demografi yang akan terjadi pada tahun 2019 dengan jumlah usia produktif mencapai 69,59 persen sedangkan nasional baru terjadi pada 2025. 

“Saya juga mengucapkan selamat Hari Santri Nasional, yang jatuh pada tanggal 22 Oktober kemarin. Semoga santri ikut berperan aktif dalam pembangunan nasional mewujudkan kesejahteraan yang berkeadilan, lahir dan batin untuk seluruh rakyat Indonesia,” tutur Rukmini. (mita/humas)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.