Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat sambutan pada acara Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 39 Provinsi Jawa Timur. (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

SURABAYA – Saat ini Provinsi Jawa Timur mengalami surplus 3,7 juta ton beras dan 5,88 juta ton jagung. Sedangkan defisit ada di komoditas kedelai dan bawang putih. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat Peringatan Hari Pangan Sedunia ke 39 Provinsi Jawa Timur, Selasa (19/11) di JX International Exhibtion, Surabaya.

“Kalau kita bersama-sama dari Jawa Timur untuk kedaulatan pangan Indonesia, potensi yang dimiliki Jawa Timur memungkinkan untuk itu. Kalau bicara luasan lahan, ada pekerjaan rumah yaitu penyempitan lahan,” ujar Gubernur Khofifah.

Catatan yang masuk ke gubernur menyebutkan, lahan pertanian di Jawa Timur setiap tahun berkurang sekitar 1900 hektar. “Kepada bupati, wali kota, wakil bupati dan wakil wali kota mari kita sisir kembali peraturan daerah. Apakah peralihan lahan untuk industri, perumaham permukiman, untuk jalan atau industri. Mari kita sisir lagi,” jelasnya.

Selain itu, saat ini Jawa Timur tengah mengarahkan pada teknologi pangan, pertanian, perikanan atau peternakan. Jawa Timur, kata gubernur, membutuhkan kemitraan strategis dan pemerintah daerah dan balai besar yang dimiliki kementerian dan perguruan tinggi yang mempunyai lembaga research tertentu.

“Teknologi pangan jadi bagian penting. Kami titip ke bupati dan wali kota yang memiliki sentra industri mamin berbasis nabati atau hewani tolong diberikan pendampingan dan penguatan,” kata Khofifah, yang menjumpai produk diversifikasi ekstrak tuna dan ekstrak gabus menjadi coklat saat Jatim Fish and Marine beberapa waktu lalu. Produk semacam itu disebutkan bisa menjadi varian gizi pada anak.

Gubernur Khofifah juga meminta remaja di Jawa Timur menanam bayam merah di rumahnya untuk konsumsi sehari-hari. Karena bayam merah mengandung zat besi yang tinggi dan baik dikonsumsi remaja untuk memperkuat asupan diri.

Khofifah juga menyatakan, ikan patin terbaik di Tulungagung sudah kelebihan permintaan. Ia meminta bupati dan wali kota bisa menengok budidaya patin disana untuk bisa dibudidayakan di daerah masing-masing untuk memenuhi permintaan ikan patin dari luar daerah.

“Bupati dan wali kota untuk mengenali dan maksimalkan potensi yang dimiliki di daerahnya bukan hanya untuk membangun ketahanan pangan tapi Jatim kedaulatan pangan bisa kita hidupkan,” serunya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, terkait budidaya ikan patin yang hidup di air tawar memungkinkan untuk dikembangkan di Kota Probolinggo. Selama ini pembudidaya ikan air tawar seperti lele bisa berkembang dan kualitasnya baik. “Kalau nanti dikembangkan saya kira sangat memungkinkan,” jelas Habib Hadi – sapaan wali kota.

Pada peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat Provinsi Jawa Timur, selain memenangkan lomba cipta menu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo juga mengikuti pameran produk pertanian unggulan. (famydecta/humas)

Pose: Foto bersama Gubernur Jatim dengan para tamu undangan (Foto:Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)