Wali Kota Habib Hadi Minta Lomba Oltra Libatkan Masyarakat

Ini keseruan para peserta lomba olahraga tradisional. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Pemerintah Kota Probolinggo punya cara tersendiri untuk melestarikan olahraga tradisional yang kini secara perlahan sudah ditinggalkan oleh masyarakat, khususnya kalangan anak-anak. Yaitu, dengan menggelar lomba olahraga tradisional (oltra) antar kecamatan di Kota Probolinggo.

Rabu (20/11) pagi, lomba oltra dibuka oleh Wali Kota Hadi Zainal Abidin didampingi Wawali Mochammad Soufis Subri, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Sekda drg Ninik Ira Wibawati dan perwakilan forkopimda. Lomba yang diikuti lima kecamatan ini digelar di Stadion Bayuangga.

Kabid Pemuda dan Olah Raga Disdikpora Didit Irwanto mengatakan, olahraga tradisional merupakan cikal bakal olahraga prestasi dan berharap olahraga tradisional dapat berkembang dan dipopulerkan masyarakat. “Ada tiga lomba olahraga tradisional. Lomba hadang, trompah panjang dan egrang. Hari ini (20/11) babak penyisihan, besok (21/11) final,” tuturnya.

Wali Kota Hadi Zainal Abidin begitu antusias dan mengapresiasi kegiatan positif untuk melestarikan budaya tradisional di Kota Probolinggo. Namun, Habib Hadi-sapaan wali kota, berharap ketika dilaksanakan lagi tahun depan supaya lebih melibatkan masyarakat secara langsung.

Wali Kota Habib Hadi saat melepas lomba oltra. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

“Sebelumnya ada lomba-lomba tradisional di masing-masing kelurahan yang jelas melibatkan masyarakat. Dari kelurahan di seleksi ke tingkat kecamatan lalu dilombakan di tingkat kota. Mungkin dengan begitu bisa mengakarkan budaya yang sudah mulai pudar karena sekarang banyak yang bermain gadget,” jelas Habib Hadi.

Untuk memulainya, Habib Hadi mengajak Dandim 0820 Probolinggo Letkol Inf Imam Wibowo untuk memulainya mengingat Kodim punya dua wilayah yakni Kota dan Kabupaten Probolinggo.

“Permainan tradisional ini sangat menarik. Selain untuk kesehatan dan kebugaran juga bisa melatih kekompakan kita. Jika kompak jelas bisa melalui tantangan olahraga tradisional. Seperti trompah panjang dan hadang, membutuhkan tim yang solid,” imbuh wali kota.

Selain Letkol Inf Imam Wibowo yang melepas lomba egrang, Wali Kota Habib Hadi juga melepas lomba trompah. Yang menarik, sebelum lomba dimulai Habib Hadi meminta Wawali Subri untuk mencoba egrang dan berjalan di tengah lapangan. Habib Hadi memegang wakilnya itu sampai bisa naik. Dan, yang terjadi wawali tidak bisa berjalan dan jatuh. Tawa keduanya pun pecah. (famydecta/humas)