Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Bagi Kader PKK- Pelajar

Petugas pemadam kebakaran saat mempraktekan tata cara memadamkan api kepada para peserta sosialisasi. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Dinas Satpol PP Kota Probolinggo mengajak kader Tim Penggerak PKK dan pelajar punya wawasan dalam mencegah dan menanggulangi bencana kebakaran di lingkungannya. Kesiapsiagaan ini dirasa penting dimiliki kaum ibu dan kalangan pelajar yang harus punya kewaspadaan dan kepekaan jika terjadi bencana.

“Di setiap kegiatan, pertemuan rutin dengan masyarakat bisa menyampaikan apa yang bisa dilaksanakan untuk pencegahan kebakaran. Hal ini perlu disosialisasikan supaya semakin banyak masyarakat yang paham bahaya kebakaran sehingga punya kewaspadaan agar kebakaran tidak terjadi,” jelas Kepala Dinas Satpol PP Agus Efendi.

Sosialisasi di segala sektor ditempuh oleh Satpol PP khususnya Seksi Damkar, termasuk sektor ibu-ibu pengurus TP PKK kecamatan dan kelurahan serta kalangan pelajar. Kepada kader PKK diharapkan pencegahan secara preventif maupun penanggulangan awal bisa dilakukan sendiri oleh masyarakat.

“Rata-rata kebakaran di wilayah pemukiman terjadi karena konsleting listrik, 40 persen karena kompor atau tumang. Dan, rata-rata itu karena ibu-ibu lupa mematikan kompor atau tumang lalu ditinggal keluar rumah atau beraktivitas lainnya,” terang Agus Efendi, saat pembukaan sosialisasi di halaman kantor Dinas Satpol PP, Rabu (20/11).

Menurut Agus, dengan sosialisasi ini penerapan Probolinggo Siaga 112 sebagai program inovasi bisa tersampaikan lebih luas pada masyarakat. “Kami juga mengundang pembina OSIS dalam rangka kegawatdaruratan terutama kebakaran di lingkungan sekolah,” imbuhnya.

Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran dihadiri Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wawali Mochammad Soufis Subri dan perwakilan Forkopimda. Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Diah Kristanti Soufis Subri dan sejumlah pengurus TP PKK Kota Probolinggo pun ikut hadir pagi itu.

Kegiatan itu semakin menarik saat ada fashion show petugas pemadam kebakaran yang mengenakan kelengkapan tugas saat memadamkan api. Ialah peragaan fire fighter meliputi nozzle man yang terdepan saat mematikan api, lalu petugas berbaju tahan api dari bahan aluminium untuk memadamkan api yang besar. Kemudian petugas pemadam mengenakan oksigen yang bertugas memasuki ruangan penuh asap.

Wali Kota Habib Hadi saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Wali Kota Habib Hadi menuturkan, PKK diharapkan bisa melakukan pencegahan agar tidak terjadi kebakaran. “Tolong disosialisasikan ke masyarakat terkait informasi yang disampaikan ini. Bagaimana langkah dan tahapan pencegahan serta caranya,” terangnya.

Orang nomor satu di Kota Probolinggo ini berharap, Probolinggo Siaga 112 bisa bermanfaat khususnya bagi masyarakat di Kota Probolinggo. Pasalnya, ada dua daerah yang baru menerapkan call center ini yaitu Surabaya dan Kota Probolinggo.

“Ini penting bisa untuk apa saja khususnya kegawatdaruratan. Sosialisasikan lebih masif dan merata di setiap kegiatan,” ungkap Habib Hadi yang berharap pada tahun-tahun mendatang Kota Probolinggo punya armada pemadam kebakaran di tiap kecamatan berupa Tossa agar bisa menjangkau lingkungan yang sempit.

Sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran ini menghadirkan narasumber instruktur dari Bandiklat Margomulyo Surabaya dan Dinas Kominfo Kota Probolinggo. (famydecta/humas)