Kembali Canangkan One Day No Rice

image_pdfimage_print

 

Hari Pangan Sedunia sejatinya diperingati tanggal 16 Oktober setiap tahunnya, tetapi Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memperingatinya hari ini, Senin (30/10). Tema nasional dalam peringatan kali ini adalah “Menggerakkan Generasi Muda Dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia.” Tema tersebut mengacu pada permasalahan yang sedang dialami dan cita-cita besar Indonesia yakni mewujudkan Indonesia lumbung pangan pada tahun 2045.

Peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini dikemas dengan menggelar berbagai kegiatan, yakni lomba cipta kreasi resep untuk tingkat SLTP, SLTA, dan ibu-ibu anggota KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dan Karang Kitri se-Kota Probolinggo. 

“Lomba ini agar masyarakat berpartisipasi aktif untuk mengolah ketela, kentang, dan umbi-umbian diolah dan dibuat sedemikian rupa agar menarik dan enak dimakan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat, Sukarning Yuliastutik. 

Terdapat 99 kelompok untuk tingkat SLTA, 14 kelompok untuk tingkat SLTP dan 24 kelompok dari KRPL dan karang kitri yang ikut dalam lomba cipta resep tersebut. Selain itu, juga terdapat lomba cerdas cermat dan lomba yel-yel untuk kelompok karang kitri dan KRPL. Lomba-lomba tersebut memperebutkan piagam penghargaan dan uang pembinaan sebesar Rp 24 juta. 

“Kegiatan ini memang bermaksud untuk memperkuat kerjasama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan daerah,” kata Sukarning. 

Menurutnya, hal ini bertujuan untuk memotivasi pemangku kepentingan ketahanan pangan untuk berpartisipasi aktif secara berkelanjutan dalam pembangunan ketahanan pangan dan mengkomunikasikan hasil-hasil pembangunan ketahanan pangan kepada masyarakat lain.

Kegiatan kali ini juga sebagai pencanangan kembali diversifikasi pangan dengan gerakan One Day No Rice. Gerakan ini adalah mengganti beras dengan bahan makanan lainnya, misalnya ketela, ubi, jagung, dan lain-lain.  Seperti diketahui, gerakan One Day No Rice ini juga pernah dicanangkan pada tahun 2012 sebagai upaya untuk penguatan ketahanan pangan.

Wali Kota Probolinggo Rukmini sangat menyetujui adanya pencanangan kembali gerakan One Day No Rice ini. “Gerakan ini juga sebagai upaya untuk mengembangkan bahan pangan lokal dan mengurangi ketergantungan komuniti beras, dengan bahan olahan pangan lokal,” katanya. 

Dia juga mendorong masyarakat untuk mengkonsumsi pangan non terigu/non beras dan menggantinya dengan makanan lokal yang mempunyai nilai gizi tinggi. “Masyarakat harus didorong untuk mengganti makanan yang terbuat dari beras dengan singkong misalnya, sehingga makanan yang dikonsumsi tidak monoton,” kata wali kota. 

Saat pelaksanaan, juga diserahkan hadiah untuk lomba KRPL dengan kategori KRPL Lestari untuk KRPL yang dibentuk pada tahun 2015 kebawah. Karang kitri Jrebeng Wetan tercatat sebagai pemenang. Kategori KRPL pemula untuk KRPL yang dibentuk pada tahun 2016 dimenangkan oleh Karang kitri Pakistaji. Sedangkan KRPL Perintis yang baru dibentuk pada tahun 2017 dimenangkan KRPL Kanigaran. Bertempat di gedung Widya Harja, kegiatan ini dihadiri oleh para kepala OPD (Organisasi Kepala Daerah) di lingkungan Pemkot Probolinggo. (hariyantia/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.