Wawali: Arsip Harus Dirawat dan Dilestarikan

Wawali Soufis Subri saat memberikan sambutan sekaligus membuka rakor preservasi arsip, penyelamatan dan pelestarian arsip daerah melalui penyusunan citra daerah Kota Probolinggo. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

Kanigaran – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Probolinggo menggelar rapat koordinasi preservasi arsip, penyelamatan dan pelestarian arsip daerah melalui penyusunan citra daerah Kota Probolinggo. Acara yang berlangsung di Puri Manggala Bhakti, Kamis (21/11) tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Mochammad Soufis Subri.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Paeni menjelaskan kegiatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan, informasi dan juga menambah wawasan terkait pelestarian arsip  melalui penyusunan citra daerah di Kota Probolinggo. Kegiatan tersebut mendatangkan narasumber dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Nur Arta Sitomurang.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menginstruksikan setiap kelurahan di Kota Probolinggo untuk melakukan scan restorasi arsip letter C dan krawangan. Hasilnya harus dikirim ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. “Hal tersebut merupakan salah satu  komitmen besar kita dalam pelestarian dan penyelamatan arsip. Arsip letter C dan krawangan sendiri merupakan arsip negara yang bukan menjadi arsip pribadi lurah, dan bukan juga arsip keramat,” kata Paeni.

Wawali Soufis Subri menjelaskan arsip bukan terdiri dari media kertas saja.  Arsip juga bisa berbentuk media yang lain seperti arsip foto, film, peta, kaset/video, serta arsip media baru misalnya microfilm. Sehingga setiap informasi yang tercipta dari media apapun serta mengandung legalitas bisa dikategorikan dalam arsip.

Suasana berlangsungnya preservasi arsip, penyelamatan dan pelestarian arsip daerah melalui penyusunan citra daerah Kota Probolinggo. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

“Arsip juga bukan sebatas digunakan untuk adminitrasi. Lebih dari itu, arsip juga perlu diselamatkan dan dilestarikan keberadaannya. Maka dengan adanya kegiatan ini kita gunakan untuk menumbuhkan kecintaan kita terhadap arsip. Siapa lagi kalau bukan kita yang merawat dan melestarikan arsip,”ucap Wawali.

Wawali juga mengapresiasi kearsipan Kota Probolinggo pada tahun 2019 mendapat penghargaan pada pelaksanaan audit dan pengawasan khusus lembaga kearsipan. Kota Probolinggo meraih peringkat kategori baik dengan urutan ke 12 se-Indonesia, dan peringkat ke 3 se-Jawa Timur. “Prestasi tersebut sangat membanggakan bagi kita semua dan ke depan bisa lebih baik lagi,”tutur Wawali.

Dalam kegiatan itu juga diberikan penghargaan kepada kelurahan yang telah melaksanakan restorasi arsip letter C dan Buku Krawangan. Mereka adalah Kelurahan Tisnonegaran, Jrebeng Kulon, Mangunharjo, Triwung Lor, dan Kelurahan Jrebeng Kidul. (soni/humas)

Wawali Soufis Subri memberikan penghargaan kepada lurah  yang telah melaksanakan restorasi arsip C dan krawangan. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)