Suasana saat berlangsungnya pembinaan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap  (PTT) di lingkungan Kecamatan Kademangan. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MALANG – Sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja dan disiplin pegawai bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Tidak Tetap  (PTT) di lingkungan Kecamatan Kademangan, digelar pembinaan pada Jumat (22/11) di Hotel Aria Gajayana Malang. Peserta pembinaan diikuti 103 orang, meliputi 68 ASN dan 35 Non ASN.

“Tujuan dilaksanakan pembinaan ini untuk meningkatkan kualitas dan wawasan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi  ASN dan PTT di lingkungan Kecamatan Kademangan. Juga, meningkatkan  motivasi kinerja serta meminimalisir penyalahgunaan dana kelurahan yang telah ditetapkan dengan anggaran yang sangat besar,” ujar Camat Kademangan Kota Probolinggo, Pujo Agung Satrio.

Pujo juga melaporkan program  yang sudah dilaksanakan pada tahun 2019, terkait dengan kampung tematik yang sudah mengikuti kompetisi inovasi pelayanan publik di tingkat Jawa Timur. “Kampung tematik sudah memasuki top 40. Mudah-mudahan inovasi ini bisa masuk top 25,” jelasnya.

Kampung tematik yang ada di Kecamatan Kademangan yakni Kampung Dora di Kelurahan Triwung Lor, Kampung Re-Re-Re dari Kelurahan Ketapang, Kampung Mebel Repro di Kelurahan Kademangan. Serta Kampung KRPL Sayur di Kelurahan Pilang dan Kampung Kelor di Kelurahan Triwung Kidul.

Pujo juga menjelaskan, kecamatan kademangan yang ditunjuk sebagai OPD (Organisasi Perangkat Daerah) kawasan zona integritas. Aplikasi di Kecamatan Kademangan “BPJS Bangkit” diapresiasi oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Publik Indonesia (Menpan). Jadi, pelayanan kepada masyarakat dapat secara cepat, tepat, murah, efektif, efisien dan tidak dipungut biaya atau gratis.

Sementara itu, Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin menjelaskan  sebagian ASN dan PTT masih belum paham terhadap regulasi aturan yang ada terkait disiplin dan kinerja sebagai aparat pemerintah. Masih kurang pahamnya perihal petunjuk pelaksanaan dan teknis tentang pengelolaan dana kelurahan. Serta, meminimalisir adanya penyalahgunaan dana kelurahan yang telah ditetapkan.

Tahun 2020 masing-masing kelurahan harus sudah melaksanakan dan menyerap dana kelurahan. Oleh karena itu, pembinaan ini sangat penting bagi ASN dan PTT di lingkungan Kecamatan Kademangan untuk lebih mengetahui hal-hal  yang perlu dipahami. Setiap ASN dan PTT harus memahami atau pedoman dan aturan yang berlaku. Sehingga, kedisiplinan  harus ditegakkan dimanapun melaksanakan tugas.

Habib Hadi juga menjelaskan Pemerintah pusat telah memberikan suatu dukungan pada setiap kelurahan. Salah satunya alokasi pendanaan melalui APBN. “Dengan adanya alokasi tersebut, Inpektorat Kota Probolinggo mereview semua kelurahan. Ternyata, setelah dicek masih banyak yang bukan tugasnya dimasukkan. Saya mengimbau kepada semua yang ada disini jangan ragu-ragu untuk bertanya. Karena, kalau tidak tertib, disiplin dan tidak mengerti itu bisa membahayakan buat diri kita sendiri,” ujarnya.

Habib Hadi juga menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan Kecamatan Kademangan seluruh ASN dan Non ASN harus sama-sama memahami  apa yang harus  kita  lakukan sesuai dengan aturan yang ada. Narasumber yang didatangkan pada pembinaan ini untuk memberikan penjelasan mengenai pengelolaan keuangan anggaran kelurahan. Apa saja kendala-kendala dan fakta-fakta yang ada dilapangan.

“Saya berharap Camat Kademangan untuk memonitor dan mengevaluasi penggunaan anggaran di kelurahan. Pengelolaan dana kelurahan dilakukan secara cermat, teliti dan hati-hati. Sehingga kita bisa mengantisipasi apa yang tidak diinginkan,” ujar wali kota.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menambah wawasan kita. Sehingga,  kita melaksanakan kegiatan sesuai dengan aturan yang berlaku dan bisa melaksanakan dengan tenang. Saya berharap para peserta pembinaan ini untuk bersungguh-sungguh  untuk bisa memahami dan melaksanakan demi tercapainya tujuan dan sasaran dalam pembinaan ini,” imbuh Habib Hadi. (noviati/humas)