Gelaran Seni Peringati Sumpah Pemuda

image_pdfimage_print

 

Pemerintah Kota Probolinggo menggeber gelar seni dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke – 89 tahun, di Gedung Kesenian, Rabu, (1/11). Acara ini dihadiri Wali Kota Probolinggo Rukmini, perwakilan anggota Forum Komunikasi Kepala Daerah (FKPD), tamu dari swedia program kerjasama Internasional Center For Local Democrasi (ICLD), pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Gelaran seni dibuka dengan penampilan Tari Kiprah Lengger.  Kesenian lengger yang hidup dan berkembang di Kota Probolinggo menjadi cermin seni perjuangan hidup. Kesenian ini diangkat dan digarap dari kesenian lengger yang difungsikan sebagai tarian untuk menyambut tamu. 

Ribuan masyarakat memadati Gedung Kesenian yang terletak di Jalan Suroyo itu. Antusias masyarakat begitu luar biasa. Mereka berdecak kagum menonton tarian ciptaan seniman Kota Probolinggo. 

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga, Maskur mengatakan kegiatan ini untuk mengetahui sejarah terjadinya hari Sumpah Pemuda, untuk membangun karakter pemuda – pemudi khususnya di Kota Probolinggo.  “Untuk mengetahui makna hari Sumpah Pemuda dan untuk menggelorakan semangat pemuda pemudi di Kota Probolinggo,”ujarnya.

Wali Kota Probolinggo Rukmini mengatakan, ajang gelar seni ini selain memberikan hiburan kepada masyarakat juga sebagai wadah untuk menunjukkan bakat serta kreatifitas yang dimiliki generasi muda. “Semoga bangsa Indonesia tidak kekurangan pemuda – pemudi yang terus berkarya dalam hal positif sehingga mampu membawa bangsa Indonesia terus maju,” harapnya.

Dengan adanya kegiatan seperti ini, lanjut wali kota, selain mampu memberikan inspirasi pemuda dalam ajang gelar seni ini juga merupakan salah satu tempat untuk digunakan dalam melestarikan budaya daerah. 

“Terima kasih saya ucapkan untuk Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dewan Kesenian. Saya apresiasi sekali kerjasama ini sangat baik, sehingga gelar seni dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda bisa berjalan sesuai dengan keinginan saya,” katanya.

Pergelaran ini terbuka bagi masyarakat yang ingin menyaksikannya dan tidak dipungut biaya sebagaimana komitmen Wali Kota Probolinggo yang ingin dekat dengan rakyat. Sekaligus memberikan ruang bagi sanggar tari dan seniman untuk tetap berkreatifitas. (mita/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.