Pelepasan balon sebagai tanda dibukanya SPKP oleh Wali Kota Habib Hadi bersama para tamu undangan lainnya. (Foto: Famy/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KADEMANGAN – Semarak Pagi Kota Probolinggo (SPKP) di Kecamatan Kademangan, Minggu (24/11) pagi, telah memuncaki kegiatan SPKP di tahun 2019. Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menyerukan, SPKP menjadi wadah mempercepat arus informasi kepada masyarakat.

“SPKP sebagai upaya mempercepat informasi karena sekarang ini informasi jika tidak disampaikan langsung menjadi asumsi yang bermacam-macam. Disini masyarakat bisa mengetahui apa saja yang sudah kami lakukan,” ujar Habib Hadi- sapaan wali kota.

Ia terus menegaskan, acara pemerintah tidak boleh seremonial saja tetapi bisa dirasakan oleh masyarakat. “Masyarakat bisa senang dengan kegiatan ini, itu tujuan kita. Dan, inilah kesempatan Pemerintah Kota Probolinggo untuk menyampaikan program dan kegiatannya secara langsung,” kata orang nomor satu di Kota Probolinggo ini.

Sesuai tema SPKP ke IV di Kecamatan Kademangan, yakni “Dengan Semangat Pahlawan, Kita Bangkit dan Perkokoh Persatuan membangun Negeri, Menuju Kota Probolinggo Maju dan Sejahtera”, Habib Hadi berharap warga Kota Probolinggo bukan hanya memeringati Hari Pahlawan tetapi mengambil peran di lingkungan masing-masing.

Wali Kota Habib Hadi membagikan sembako kepada salah satu warga Kota Probolinggo. (Foto:Famy/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

“Untuk warga Kota Probolinggo, harus punya komitmen dan semangat yang sama bahwasanya kita berniat untuk kebaikan, harus sampaikan pada diri sendiri bahwa aku pahlawan masa kini. Menjadi seseorang yang betul-betul bermanfaat untuk orang lain,” seru Habib Hadi.

Ketua Panitia SPKP edisi IV, Camat Kademangan Pujo Agung Satrio menegaskan SPKP diikuti 109 peserta yang terdiri dari OPD, instansi vertikal, perbankan, perusahaan, kelompok masyarakat hingga pelaku UMKM.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, SPKP diharapkan bisa mendorong masyarakat dalam bidang pemberdayaan sosial, ekonomi dan seni budaya. Sekaligus mempercepat arus informasi tentang program dan hasil pembangunan Kota Probolinggo. “Dan, sebagai alternatif destinasi wisata,” kata Pujo dalam laporannya.

Pembukaan SPKP pagi itu, yang dihadiri Wawali Mochammad Soufis Subri, Dandim 0820 Letkol Inf Imam Wibowo, Sekda drg Ninik Ira Wibawati dan perwakilan forkopimda ditandai pemukulan alat musik tradisional Ronjengan (Lesung) dan pelepasan balon. Dilanjutkan peninjauan stand dan tampilan kesenian. Salah satunya Tari Menthok-menthok dari siswi-siswi Tunagrahita SMPLB Sinar Harapan dan Lagu Bunda oleh Erlina, siswa Tunadaksa.

Siswi dari SMPLB Sinar Harapan turut memeriahkan SPKP dengan menampilkan tari menthok-menthok. (Foto:Famy/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

“Kami senang bisa berpartisipasi dan senang bisa tampil untuk kedua kalinya di SPKP. Semoga kalau ada lagi bisa tampil,” cerita Erlina, melalui guru sekolahnya. Bahkan anak-anak SMPLB ini sampai menginap di sekolah agar tidak kesiangan karena persiapan dilakukan sejak pagi hari.

Sementara itu, di beberapa stand didapati OPD yang memamerkan kegiatan atau propertinya. Misalnya, Bagian Administrasi Perekonomian yang memamerkan dokumentasi pembangunan hingga peresmian jaringan gas bumi di Kota Probolinggo dan rilis inflasi. BPBD memamerkan produk makanan kaleng instan yang digunakan di dapur umum saat terjadi bencana.

DP3AKB mengadakan pemasangan KB gratis untuk kaum ibu hingga kuis berhadiah bagi masyarakat. Konsep serupa, berupa kuis juga dilakukan di stand Bakesbangpol. Banyak OPD yang juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan. (famydecta/humas)

Penampilan dari Erlina siswa tunadaksa yang turut memeriahkan SPKP dengan membawakan lagu Bunda. (Foto:Famy/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)