SisKIA Upaya Menekan AKI dan AKB

image_pdfimage_print

“Pemerintah selalu dituntut untuk melindungi masyarakatnya, itulah salah satu alasan kita harus selalu berinovasi dalam memberikan pelayanan,” demikian kata Wali Kota Probolinggo Rukmini dalam peluncuran “Sistem  Informasi Kesehatan Ibu dan Anak Probolinggo yang Cermat, Andal, Teliti, Inovatif fan berKualitas” (SisKIA PRO CANTIK). 

SisKIA PRO CANTIK merupakan terobosan terbaru dari Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, yakni aplikasi berbasis web yang menyediakan data tentang ibu hamil, ibu bersalin, bu nifas, bayi dan balita yang dilayani oleh puskesmas, pustu, rumah sakit pemerintah dan swasta, RSIA, dan klinik.

“Aplikasi ini bertujuan untuk menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB),” kata Kepala Dinas Kesehatan Ninik Ira Wibawati. Menurut data Dinas Kesehatan setempat, AKI pada tahun 2016 di Kota Probolinggo sebanyak 6 orang dari 3.679 kelahiran hidup, untuk tahun 2017, sampai dengan bulan Oktober telah tercatat empat orang ibu meninggal. 

“Sedangkan AKB sebanyak 98 orang dari 3.679 kelahiran hidup dengan penyebab kematian terbesar adalah berat badan lahir rendah (BBLR) dan asfiksia (kurangnya oksigen dalam tubuh),” tambahnya. Sedangkan penyebab terbesar untuk AKI adalah pendarahan dan eklampsia.

Dengan aplikasi ini, para petugas diharapkan dapat berkonsultasi dengan dokter, terutama dalam menangani ibu hamil dengan resiko tinggi (Bumil Resti) melalui web/telepon. “Sementara para pemangku kebijakan kesehatan dapat mengambil langkah yang diperlukan, karena setiap saat dapat melihat data ibu hamil di Kota Probolinggo,” tambah Ninik.

Wali Kota Rukmini mengatakan aplikasi ini merupakan langkah nyata untuk menekan AKI dan AKB, karena bisa memantau keselamatan ibu hamil. “Dengan aplikasi ini, mungkin kita bisa meminimalisir keadaan yang membahayakan bumil resti, jangan sampai nambah lagi jumlah AKI di Kota Probolinggo,” katanya. 

Dia juga mengharapkan semua petugas pemeriksa ibu hamil wajib meng-input data ibu hamil yang diperiksa kedalam aplikasi, sehingga data yang ditampilkan akurat sesuai dengan kondisi di lapangan. “Mudah-mudahan dengan adanya aplikasi ini, maka tujuan untuk memperoleh data yang valid tentang jumlah dan kondisi ibu dan penurunan kematian ibu dan bayi dapat terwujud,” tutupnya. (hariyantia/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.