Wali Kota Sepakati Pilot Project Jalur Sepeda

image_pdfimage_print

Wali Kota Probolinggo Rukmini akhirnya menyepakati pilot project perencanaan pembuatan jalur sepeda di Kota Probolinggo. Hal ini dikemukakan saat Rukmini menggelar rapat antara Steering Committee Kota Probolinggo dan Kota Helsingborg, Swedia. Digelar di Hotel Bromo View, Senin (30/10), rapat ini juga dihadiri Ketua DPRD setempat Agus Rudianto Ghafur, kepala OPD terkait, serta working group dari dua kota tersebut. 

Seperti diketahui, minggu lalu anggota working group Kota Helsingborg yang berjumlah 3 orang (Peter Book, Oscar Gronvall, Anne Marie) telah tiba di Kota Probolinggo. Dalam minggu pertama, working group bekerjasama untuk menyusun perencanaan jalur sepeda. 

Selama kurun waktu 4 hari, mereka melakukan Forum Group Discussion (FGD) hingga scan cepat terhadap jalan-jalan yang berpotensi untuk dibangun jalur sepeda. Dan di hari Jumat lalu, anggota dari Helsingborg yang terdiri dari Lars Thurnberg, Annika Roman, Berner Lundgren, dan Sophie Karlsborn  juga telah tiba di Kota Probolinggo. 

Seperti diketahui, kerjasama antara Pemerintah Kota Probolinggo dan Kota Helsingborg telah terjalin sejak 2013. Melalui bantuan Swedish International Center for Local Democracy (ICLD), kerjasama ini akan berlangsung selama 3 tahun ke depan, dimana di masing-masing semester, kedua kota ini akan saling mengunjungi satu sama lain. 

Di semester ini, Kota Helsingborg mendapatkan kesempatan pertama untuk mengunjungi Kota Probolinggo. Selama 3 tahun ke depan, kedua kota akan saling bertukar informasi dan pengalaman terkait dengan pembangunan jalur sepeda dan demokrasi.

Setelah seluruh proses perencanaan pembangunan jalur sepeda di minggu pertama, rapat kemarin menjadi salah satu tindak lanjut untuk menentukan beberapa poin yang harus disepakati. Dari empat poin yang harus disepakati, dua poin utama yang dibahas kemarin adalah tentang pilot project yang rencananya akan dilaksanakan di Jl. Dr. Sutomo dan Jl. Soekarno Hatta. 

Yang kedua, yakni soal kunjungan balasan Pemerintah Kota Probolinggo ke Helsingborg yang rencananya dilakukan Juni tahun depan. Ini menjadi salah satu poin yang perlu disepakati mengingat tahun depan di bulan Juni, Kota Probolinggo akan menggelar Pilkada serentak.

Wali Kota Rukmini menyatakan bahwa dirinya menyetujui lokasi pilot project perencanaan jalur sepeda tersebut. Namun, ada beberapa masukan yang diberikan Rukmini di rapat ini. “Untuk yang di Dr. Sutomo, akan lebih baik jika jalur sepedanya dibuat 1 jalur saja, bukan 2 jalur seperti pada presentasi tadi. Mengingat di Dr. Sutomo itu cuma 1 arah,” tutur Rukmini.

Terkait kunjungan balasan ke Helsingborg, Rukmini berharap agar pihak Helsingborg dapat mengatur ulang jadwal yang sudah ditentukan mengingat Kota Probolinggo akan menggelar pesta demokrasi tahun depan.

“Terkait kunjungan balasan kami tahun depan, kami berharap agar pihak Helsingborg dapat mengatur ulang jadwal yang telah ditentukan. Saya khawatir jika nantinya dalam proses pemilihan, saya tidak diijinkan untuk keluar negeri. Karena saya sangat ingin mengunjungi Helsingborg tahun depan,” tutur Rukmini.

Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Helsingborg, Lars Thunberg menyatakan pihaknya memahami kondisi yang ada di Kota Probolinggo. Dirinya akan berusaha untuk mengatur ulang jadwal dan berharap ibu wali kota dapat berkunjung ke Helsingborg.

“Kami memahami kondisi yang ada di sini tahun depan. Kami akan berusaha untuk mengatur ulang jadwalnya karena kami juga sangat berharap Ibu Rukmini dapat berkunjung langsung ke Helsingborg. Mengingat di awal September kami juga menggelar pemilu di tingkat lokal hingga nasional, mungkin jadwal yang paling menguntungkan bagi kedua pihak adalah di akhir September atau di awal Oktober. Apalagi cuaca di rentang waktu tersebut cukup bersahabat,” tutur Lars.(alfien/humas)

 

Probolinggo Mayor Rukmini finally agreed the pilot project of providing bicycle lane in Probolinggo city. This was stated when Rukmini held a meeting with the Steering Committee of Probolinggo City and Helsingborg, Sweden. Held at the Bromo View Hotel on Monday (30/10), the meeting was also attended by local Legislative Council Chairman Agus Rudianto Ghafur, head of the related working units, and working group of the two cities.

As is known, last week the members of the working group of Helsingborg City, consisting of Peter Book, Oscar Gronvall, and Anne Marie have arrived in the city. In the first week, the working group worked together to plan the bike lane.

In 4 days of the first week, they conducted Forum Group Discussion (FGD) and quick scan to potential streets to build bicycle lanes. On Friday, members from Helsingborg consisting of Lars Thurnberg, Annika Roman, Berner Lundgren, and Sophie Karlsborn have also arrived in Probolinggo City.

The cooperation between the Probolinggo Municipality and Helsingborg has been established since 2013. Through the help of the Swedish International Center for Local Democracy (ICLD), this cooperation will last for 3 years ahead, and in each semester, the two cities will visit each other.

In this semester, Helsingborg City gets the first chance to visit Probolinggo City. For the next 3 years, the two cities will exchange information and experiences related to bike lane development and democracy.

After the whole process of planning the construction of the bicycle path in the first week have been conducted, yesterday’s meeting became one of the follow-up to determine some points that must be agreed by both sides. Of the four points to be agreed, the two main points discussed were about the pilot project which is planned to be implemented on Jl. Dr. Sutomo and Jl. Soekarno Hatta.

The second one is about the visit of Probolinggo City to Helsingborg which is planned to be done in June next year. This is one of the points that need to be agreed, considering that next year in June, Probolinggo City will hold simultaneous general-elections.

Mayor Rukmini stated that she approved the location of the pilot project of bike lane planning. However, there are some inputs that Rukmini gave in this meeting. “For Dr. Sutomo, it would be better if the bike lane is built on 1 lane, instead of 2 lanes as presented earlier. This is because Jl. Dr. Sutomo is one-direction street,” said Rukmini.

Regarding the visit to Helsingborg, Rukmini hopes that Helsingborg can rearrange the schedule since Probolinggo City will hold a democracy party next year.

“Related to our visit next year, we hope that Helsingborg can reorganize the schedule. I am worried if later in the election process, I am not allowed to leave the country since I really want to visit Helsingborg next year, “said Rukmini.

Responding to this, Helsingborg Vice Mayor Lars Thunberg said he can understand the conditions in Probolinggo City. He will try to rearrange the schedule and hope the mayor can visit Helsingborg.

“We understand the conditions. We will try to rearrange the schedule because we also really hope that Mrs. Rukmini can visit Helsingborg directly. The fact is that in early September we will also hold local and national elections. Perhaps the most favorable schedule for both cities is in late September or early October. Moreover, the weather in those two options is quite friendly,” said Lars.(translator:alfienhandiansyah)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.