Mantapkan Langkah Kota Pusaka

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – Rencana untuk meningkatkan dan menjaga cagar budaya yang ada di wilayah Kota Probolinggo, Wali Kota Rukmini menggelar Rapat Koordinasi Tim Teknis Rencana Aksi Kota Pusaka dilaksanakan di gedung Puri Manggala Bhakti, Kamis (2/11). Kegiatan ini dihadiri oleh wali kota didampingi Sekda Bambang Agus Suwignyo dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Achmad Sudiyanto. 

Selain itu hadir pula Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan para anggota Kepengurusan Tim Teknis Kota Pusaka. Kota Probolinggo telah diakui sebagai salah satu Kota Pusaka di Indonesia dan bergabung menjadi anggota Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) pada bulan april 2017 yang dikuatkan dengan sertifikat sebagai anggota. Sebagai anggota JKPI, Kota Probolinggo harus bisa menjaga penataan melalui Kota Pusaka dengan baik dan juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sekda Bambang Agus menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk penguatan kelembagaan yang baru di bentuk sekaligus sebagai evalusi kemajuan Program Penataan dan Pelestarian Kota Pusaka (P3KP). Peningkatan koordinasi dalam rangka percepatan Rencana Aksi Kota Pusaka (RAKP) melalui masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Juga peningkatan komitmen untuk penataan dan pelestarian Kota Pusaka yang ada di Kota Probolinggo,”jelasnya.

Ada beberapa bangunan bersejarah yang ada di Kota Probolinggo yang perlu diperhatikan,  dirawat dan dilestarikan. Diantarannya Benteng Probolinggo, Markas Kodim 0820, Stasiun Probolinggo, Museum Probolinggo, Batalyon Zeni Tempur 10, Museum Dr Moch Saleh, Makam Dr. Moch. Saleh, Kantor Polisi Militer V/03, Rumah Potong Hewan, Aula Polresta,  Sumber Mata Air (Umbul), Tugu  Alun-alun,  Gereja Merah, SDK Materdei, Gereja Bunda Karamel dan Hotel Tentrem.

Kota Probolinggo terpilih menjadi anggota JKPI di Indonesia yang jumlah anggotanya sebanyak 66 anggota dari Kota maupun Kabupaten yang ada di Indonesia. Pada tanggal 7 Oktober 2017 Wali Kota bertolak ke Belanda untuk memenuhi undangan dari JKPI yang telah diakui oleh UNESCO dalam acara Program Sharing Cities. Selama di Belanda, wali kota memperdalam tentang Kota Pusaka, dan melihat dokumen-dokumen penataan kota yang tersimpan di Musium Tropen. “Kegiatan memenuhi undangan tersebut untuk ajang promosi Kota probolinggo melalui tempat wisata dan kebudayaan yang ada di Kota probolinggo,”ujar Wali Kota Rukmini.

Dengan terbentuknya Tim Teknis Rencana Aksi Kota Pusaka atau Tim Cagar Budaya ini sudah masuk dalam RAKP. “Semoga cagar budaya yang ada di Kota Probolinggo lebih dijaga perawatannya  dan perlu ditingkatkan kelestariannya,” imbuhnya. 

Ia juga berharap kedepannya dalam penataan dan pelestarian Kota Pusaka dapat terwujud Kota Indies Probolinggo yang berbudaya pendalungan yang religius, maju, mandiri dan sejahtera. (noviati/humas)

 

 

 

 

 

.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.