Ini suasana saat berlangsungnya Bimtek Penatausahaan Keuangan dan Barang Persediaan Serta Persiapan Penyusunan Laporan Keuangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MALANG – Usai memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan daerah tahun 2018, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menargetkan predikat yang sama dapat diraih Kota Probolinggo tahun depan. Hal ini disampaikan Habib Hadi, sapaan akrabnya, saat menghadiri Bimtek Penatausahaan Keuangan dan Barang Persediaan Serta Persiapan Penyusunan Laporan Keuangan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo, di Malang, Senin (25/11).

Upaya untuk mempertahankan opini WTP memang tak mudah. Dibutuhkan komitmen dari setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo untuk menyelesaikan laporan keuangan daerah tepat waktu sesuai yang telah ditargetkan. Menjelang akhir tahun, Habib Hadi juga berharap agar penyerapan anggaran dapat terealisasi sesuai yang ditetapkan.

“Menjelang akhir tahun ini, tentunya saya berharap penyerapan APBD bisa sesuai dengan harapan. Semua OPD harus siap. Tahun depan kita kembali menargetkan WTP. Oleh karena itu, laporan untuk tahun depan harus lebih rapi, lebih detail, dan jelas. Semua jajaran, dari sekretaris hingga staf harus bisa saling mengisi untuk meraih tujuan ini,” ujar Habib Hadi.

Wali Kota Habib Hadi saat memberikan sambutan pada acara bimtek bagi Disperta. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Tak hanya, komitmen, Habib Hadi menilai bahwa untuk meraih tujuan yang diinginkan, menjaga kebersamaan dan kekompakan di semua lini juga menjadi kunci penting. Menurutnya, setiap hasil yang diperoleh saat ini tidak akan tercapai tanpa adanya bantuan dan kerjasama dari semua pihak yang terlibat.

“Inilah pentingnya kebersamaan. Dalam menyusun kebijakan pun, saya selalu melibatkan semuanya. Karena menurut saya kebersamaan itu wajib,” tutur Habib Hadi.

Tak hanya memberikan wejangan terkait penatausahaan keuangan, dalam kesempatan itu, Habib Hadi juga meminta agar Disperta Kota Probolinggo membuat terobosan baru di bidang pertanian. Ia merasa bahwa semakin lama, lahan pertanian semakin sedikit. Jika ini dibiarkan, maka bukan tidak mungkin kelak anak cucu kita tidak akan memiliki lahan untuk pertanian.

“Buat terobosan baru. Jalin kerjasama dengan LIPI untuk memanfaatkan lahan sempit untuk pertanian. Disperta harus mampu mengedukasi masyarakat untuk gemar bercocok tanam di rumah. Paling tidak, nantinya sebagai langkah awal, kelurahan akan menjadi proyek percontohan,” tegasnya.

Hadir dalam bimtek kali ini Wakil Wali Kota Probolinggo Mochammad Soufis Subri, para asisten dan staf ahli, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah.(alfien/humas)