Wali Kota Siapkan SK GTT/PTT

image_pdfimage_print

 

KADEMANGAN – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Probolinggo menggelar seminar untuk para guru di Kota Probolinggo. Bertempat di Hotel Bromo View, seminar ini bertajuk Critical Thinking dalam Pembelajaran Abad 21 dengan Menggunakan IT dan Literasi Hypnoteaching dan Hypno Therapy for Brilliant Student. 

Ratusan guru hadir mengikuti seminar siang itu, Minggu (4/11). Tema yang diambil pun cukup menarik mengingat teknologi informasi kini menjadi salah satu media pembelajaran yang kerap digunakan karena kemudahannya. Ketua PGRI Kota Probolinggo Slamet Zainul Arifin menyatakan seminar ini merupakan salah satu upaya meningkatkan profesionalitas para guru sekaligus untuk memperingati HUT Ke-72 PGRI dan Hari Guru Nasional Ke-23 Tahun 2017.

Dalam laporannya, Slamet juga menuturkan harapannya kepada Wali Kota Rukmini atas nasib guru GTT dan PTT di Kota Probolinggo. Ia berharap agar Rukmini dapat meningkatkan kesejahteraan guru GTT dan PTT yang hingga kini masih memprihatinkan.

“Melalui seminar ini, saya ingin menyampaikan harapan agar wali kota dapat meningkatkan kesejahteraan para guru GTT dan PTT. Sebagai langkah awal, kami berharap agar mereka segera mendapatkan SK wali kota,” tutur Salamet Zainul.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kompetensi guru dalam menggunakan teknologi yang saat ini serba digital. “Para guru dituntut untuk terus belajar dan berlatih meningkatkan kompetensinya dan tanggap menyesuaikan diri terhadap segala perubahan agar tidak tertinggal,” tutur Rukmini.

Terkait dengan harapan diterbitkannya SK wali kota untuk guru GTT dan PTT, Rukmini menyatakan ia telah memberikan disposisi kepada Kepala Disdikpora setempat untuk segera merealisasikannya sesuai dengan regulasi yang ada.

“Kami tahu dan prihatin terhadap nasib GTT/PTT yang telah mengabdikan diri tapi belum dapat SK. Saya minta agar bersabar karena saat ini SK tersebut tengah kami siapkan. Saya sudah memberi disposisi kepada Kepala Disdikpora. Tapi saya minta yang menerima SK nantinya harus memenuhi persyaratan, harus lulus tes dan prosesnya bertahap,” jelas Rukmini. (alfien/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.