Ini Pesan Wali Kota Saat Hadiri Rakor Pencegahan Konflik Sosial

Wali Kota Habib Hadi saat mengikuti rakor pencegahan konflik sosial. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya konflik sosial di wilayah Kota Probolinggo, Tim Peningkatan dan Pencegahan Konflik Sosial Kota Probolinggo gelar rapat koordinasi (rakor) di Aula Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Selasa (26/11).

Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin, Kepala Staf Kodim 0820/Probolinggo Mayor Inf Meftah Puaddi, Kepala Bagian Operasional Polresta Probolinggo AKP Hermawan, Sekda Kota Probolinggo Ninik Ira Wibawati hadir dalam rakor tersebut.

Sekda Ninik Ira Wibawati selaku moderator pada acara tersebut menyampaikan, tujuan rakor sebagai upaya untuk menyamakan persepsi menyikapi isu-isu yang berkembang di masyarakat, baik pada skala lokal regional maupun nasional. “Jadi dengan adanya tim ini dapat mencegah dan mendeteksi sedini mungkin setiap potensi konflik sosial sekaligus upaya pencegahannya agar situasi Kota Probolinggo tetap kondusif,” ucap Ninik.

Wali Kota Habib Hadi menyampaikan situasi Kota Probolinggo saat ini sangat kondusif, hal tersebut tidak lepas dari sinergi semua elemen masyarakat mulai dari pemerinatah daerah, aparat keamanan TNI-Polri, tokoh agama dan masyarakat, unsur intelejen daerah, sehingga masyarakat bisa melakukan aktivitas dengan tenang.

Habib Hadi juga mengatakan agar selalu waspada terhadap ancaman keamanan yang dilakukan oleh kelompok radikal yang sampai saat ini masih ada, terbukti dengan adanya bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Hal tersebut mengisyaratkan bahwa kelompok radikal dan teroris dapat terjadi dimana-mana.

Suasana saat digelarnya rakor pencegahan konflik sosial di wilayah Kota Probolinggo. (Foto:Rizal/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

“Maka dari itu pemerintah telah berupaya mencegah terjadinya aksi serupa melalui upaya deradikalisasi, agar orang-orang yang telah terpapar dengan paham radikalisme meninggalkan cara-cara kekerasan dan teror dalam memperjuangkan misinya. Mengingat tanggal 25 Desember nanti umat Kristiani akan merayakan Hari Natal dan perayaan Tahun Baru, maka dari itu intelejen harus lebih meningkatkan upaya cegah dan deteksi dini, guna menghindari kekerasan tersebut,” tegas Habib Hadi.

Dalam kesempatan tersebut Habib Hadi menyampaikan keputusan Gubernur Jawa Timur tentang upah minimum kabupaten/kota se jatim tahun 2020, dimana keputusan tersebut UMK Kota Probolinggo tahun 2020 sebesar Rp. 2.319.796. Angka ini mengalami kenaikan, karena tahun 2019 UMK Kota Probolinggo sebesar Rp. 2.137.864.

“Dengan adanya perubahan tersebut Dinas Tenaga Kerja harus segera lakukan sosialisasi agar tidak terjadi gejolak, dan saya ingatkan meskipun perekonomian kita semakin membaik serta harga kebutuhan semakin stabil, namun sebentar lagi akan menghadapi Hari Natal dan Tahun Baru 2020, biasanya menjelang hari-hari besar akan terjadi lonjakan harga kebutuhan. Untuk itu Tim Pengendali Inflansi Daerah (TPID) agar mengantisipasi lonjakan harga dan ketersediaan sembako untuk mencegah terjadinya keresahan masyarakat,” kata Habib Hadi.

Kota Probolinggo sekarang ini memasuki puncak musim kemarau, cuaca sangat panas sehingga sangat rentan terjadi kebakaran, dengan hal tersebut Habib Hadi mengingatkan kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati karena dalam beberapa bulan terakhir sering terjadi kebakaran karena kelalaian.

“Untuk itu, Kepala Satpol PP agar terus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan terjadinya kebakaran. Disamping itu, masyarakat juga harus waspada sebentar lagi akan terjadi musim pancaroba dari musim kemarau menjadi musim penghujan yang menyebabkan serangan penyakit,” tuturnya. (soni/humas)