DKUPP Dorong Pertumbuhan Wirausaha Baru Melalui Lomba Santri Entrepreneur

Kepala DKUPP Kota Probolinggo memberikan penghargaan kepada para pemenang lomba santri entrepreneur. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

KANIGARAN – Untuk mendorong pertumbuhan wirausaha baru di lingkungan pondok pesantren (ponpes) Kota Probolinggo, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) setempat menggelar lomba santri entrepreneur. Wali Kota Hadi Zainal Abidin menyerahkan penganugerahan itu kepada para pemenang di aula SMA Negeri 4, Selasa (26/11) siang.

Mereka yang menjadi juara pertama Ponpes Nurul Islam Triwung Lor, Kademangan (produksi pia nuris), juara kedua Ponpes Nurul Hidayah Jalan KH Fadhol Kademangan (produksi roti), dan juara ketiga Ponpes Riyadlus Sholihin Ketapang, Kademangan (Kepotren Riyash menjual ATK, bank, media, kantin, percetakan dan pom mini).

Untuk juara harapan 1 Ponpes An Nur (makanan ringan dan nasi goreng made in santri), disusul Ponpes Tahfidzul Qur’an An Nahdliyah di Triwung Kidul, Kademangan (produksi kripik pangsit dan susu) dan Ponpes Azidan Barokatu Zainul Hasan Jalan KH Fadhol, Kademangan (usaha makanan dan minuman di toko Azidan).

Kepala DKUPP Gatot Wahyudi menjelaskan, lomba ini dilaksanakan menindaklanjuti program kerja Kementerian Koperasi dan UKM sekaligus prioritas Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Dardak yang tertuang dalam Nawa Bhakti Satya yakni “Jatim Berdaya”. Bahwa pemerintah daerah di Jatim wajib mengembangkan produk UMKM dari ponpes “one pesantren one product” dalam produk unggulan Jawa Timur.

Selain itu, lomba sebagai implementasi visi misi Wali Kota Hadi Zainal Abidin dan Wawali Mochammad Soufis Subri terkait inisiasi pembentukan UMKM baru dengan target 500 pelaku usaha per tahun. “Melalui kegiatan ini, menjadi bekal bagi santri tentang dunia wirausaha. Meningkatkan kompetensi SDM bertalenta di lingkungan ponpes sehingga menjadi bekal santri belajar mandiri berwirausaha sebelum terjun ke masyarakat,” jelas Gatot Wahyudi.

Masih menurut Kepala DKUPP, lomba santri entrepreneur dapat mendorong santri memacu kemampuan berwirausaha terutama melalui peningkatan etos kerja, kreativitas dan inovasi dengan tetap menjunjung tinggi nilai keagamaan.

Wali Kota Habib Hadi memberikan sambutan saat penganugerahan lomba santri entrepreneur. (Foto:Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo) 

Sementara itu, Wali Kota Habib Hadi menuturkan, Pemerintah Kota Probolinggo menargetkan setiap tahun tumbuh 500 UMKM. Untuk itu, perlu dilakukan penumbuhan pionir wirausaha mikro dan kecil yang berasal dari santri yang didalamnya akan tumbuh jiwa-jiwa kewirausahaan yang merupakan landasan dasar bagi pondok pesantren untuk menuju institusi yang mandiri secara ekonomi maupun finansial.

“Saat ini sudah banyak usaha yang dikelola pondok pesantren yang berkembang dan maju, yang mana mereka punya market dari para alumni dan jaringan lainnya sehingga usaha di pondok pesantren tersebut bisa berkembang. Maka dari situ, santri punya peranan penting dalam memajukan bangsa. Kehadiran santri diharapkan tidak hanya berperan aktif dalam sosial keagamaan. Lebih dari itu santri juga berpartisipasi aktif dalam memajukan ekonomi masyarakat salah satunya dengan wirausaha mandiri,” jelas Habib Hadi.

Tingginya semangat bisnis dan besarnya gelombang gerakan kewirausahaan di dunia santri secara masif di tingkat nasional pada satu setengah dekade terakhir ini telah melahirkan generasi baru santri yaitu santripreneur.

“Setelah melalui proses yang panjang ini, saya berharap para santri yang mendapat juara, bisa memperoleh pendampingan dari OPD dan melihat potensi apa yang bisa dilakukan. Sebab munculnya mereka di dalam dunia wirausaha bisa menjadi pelecut menggeloranya jiwa berwirausaha di kalangan pondok pesantren,” imbuhnya.

Penganugerahan lomba santri entrepreneur ini dihadiri juga oleh Kepala Bappeda Litbang Rey Suwigtyo, Kepala Disdikpora Maskur, Kepala Kemenag Mufi Imron, para camat, GM Jawa Pos Radar Bromo HA Suyuti serta pengasuh ponpes dan para santri peserta lomba. (famydecta/humas)