Wali Kota Tandatangani Hibah Pengamanan Pilkada

image_pdfimage_print

 

 

MAYANGAN- Kamis (9/11), Wali Kota Probolinggo Rukmini menandatangani Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) terkait pengamanan pilkada dan kegiatan organisasi serta lembaga keagamaan. Penandatanganan ini merupakan salah satu persyaratan dalam mekanisme pencairan bantuan hibah daerah.

Penandatanganan dibagi di dua tempat, di ruang transit dan gedung Sabha Bina Pradja, yang   letaknya bersebelahan. Di ruang transit, penandatanganan antara Walikota dengan Ketua KNPI Muchlas Kurniawan, Sub Den Pom, Ketua Panwaslu Suef Priyanto, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurizal dan Dandim 0820 Letkol Inf Depri Rio. 

Sedangkan di Sabha, ada tujuh lembaga yang mengikuti kegiatan. Diantaranya Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda), Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Dewan Pendidikan, Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Badan Amil Zakat (BAZ) dan Masjid Al-Karomah (Yayasan Mamba’ul Ulum) Kelurahan Sumberwetan, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo. 

Jumlah dan ahibah yang dicairkan untuk pengamanan pilkada dilaksanakan selama dua termin. Untuk Polres Probolinggo Kota total dana senilai RP 4.866.716.000, tetapi termin pertama tahun 2017 baru cair Rp 566.716.000, sisanya Rp 4,3 M akan cair tahun 2018. Total untuk KodimRp 1.360.291.300, tahun ini dicairkan Rp 525.771.300, sisanya Rp 834.520.000 juga dicairkan tahun 2018 mendatang.

Demikian juga untuk Panwaslu, tahun 2017 mereka menerima Rp 1.283.338.000, sedangkan tahun 2018 dicairkan lagi senilai Rp 2.536.734.000. Rincian penerima dana hibah lainnya yaitu Sub Den Pom Rp 19.680.000, KNPI Rp 50 juta, BAZNAS Rp 68.200.000, Masjid Al Karomahdan FKUB Rp 20 juta, Kadin Rp 37 juta, Dewan Pendidikandan SPSI Rp 50 juta, SPSI mendapat hibah Rp8.880.000. 

Tidak banyak yang disampaikan oleh Wali Kota Rukmini waktu itu. Iahanya berpesan agar penggunaan dana hibah dapat sesuai yang dibutuhkan. “Semoga pilkada sukses, aman dan damai. Semoga bermanfaatya,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurizal menyatakan pihaknya akan menggunakan dana untuk kegiatan pelatihan pengamanan pilkada.  Termasuk mengidentifikasi adanya berita hoax dan hate speech di media sosial. “Di pilkada nanti, kami mengedepankan hukum sebagai panglima,” katanya.(famydecta/humas)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.