Plt Kepala Dinas Kesehatan Hery Siswanto, menyerahkan hadiah dan uang pembinaan kepada juara 1 yakni Bagian Umum. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Dinas Kesehatan Kota Probolinggo memberikan apresiasi untuk Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan fasilitas kesehatan (faskes) yang memiliki toilet bersih serta memenuhi standar. Plt Kepala Dinas Kesehatan Hery Siswanto, menyerahkan hadiah dan uang pembinaan kepada para juara di Bale Hinggil, Rabu (27/11) siang.

Juara toilet bersih untuk kategori OPD diraih (secara berurutan) Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, Bappeda Litbang, DPMPTSP, Kecamatan Kademangan dan DPRD Kota Probolinggo. Sedangkan kategori faskes dimenangkan Puskesmas Kedopok.

Kabid Kesejahteraan Masyarakat Dinas Kesehatan dr NH Hidayati menjelaskan, lomba toilet bersih ini diadakan untuk meningkatkana kesadaran masyarakat hidup bersih dan sehat. “Serta pemanfaatan sanitasi, izin sanitasi dan air bersih sekaligus pencegahan penyakit berbasis lingkungan, pengembangan sarana sanitasi,” katanya.

Peserta toilet bersih diikuti OPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo, kecamatan, kelurahan, rumah sakit dan puskesmas. Penilaian secara langsung ke toilet peserta dimulai sejak 11-14 November lalu.

Sambutan Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin yang disampaikan Plt Kepala Dinkes menyatakan, salah satu wujud meningkatkan kesadaran dan kemauan dalam kualitas lingkungan di sekitar termasuk fasilitas umum seperti toilet. Keberadaan toilet umum di Indonesia begitu memprihatinkan dilihat dari kualitas kebersihan dan kenyamanan yang ada.

Foto bersama para pemenang lomba toilet bersih. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Hal tersebut dipicu karena kurangnya kesadaran untuk perhatian terhadap pemeliharaan kebersihan fasilitas umum dari pengguna maupun pengelola  toilet umum. Padahal, dengan keadaan toilet umum yang kotor, memudahkan penularan bakteri-bakteri  dan bibit penyakit. Ada beberapa penyakit yang bisa timbul akibat toilet umum yang kotor, diantaranya diare, disentri, dan infeksi saluran kemih.

Toilet yang bersih dan memenuhi standar, hanya terdapat di tempat khusus, seperti di hotel berbintang, mal dan bandara udara. Sedangkan, di instansi pemerintah, sekolah, bahkan di tempat-tempat umum lainnya masih sangat jarang. Selain itu, toilet tidak hanya dilihat dari standarnya, tapi juga jumlah toilet yang tersedia. Sebagai contoh, masih ditemui sekolah dengan jumlah siswa yang cukup banyak, hanya memiliki 2 (dua) toilet saja. Bila disesuaikan dengan standar yang ada, toilet harus dibedakan antara toilet laki-laki dan toilet perempuan.

“Dengan adanya lomba toilet bersih di instansi pemerintah ini, merupakan awal yang bagus dan dapat memicu toilet-toilet yang lain agar sesuai standar dan dapat memberikan pelajaran berharga kepada masyarakat, yaitu agar  mengetahui standar toilet yang benar, serta menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihannya,” kata Hery.

Hery pun mengungkapkan ucapan selamat kepada para pemenang dan semua fasilitas umum berupa toilet di OPD, faskes dan swasta di Kota Probolinggo dapat berbenah menjadi toilet yang layak dan bersih. (famydecta/humas)