Upaya Menghadapi Masalah Perkembangan Anak

image_pdfimage_print


MAYANGAN – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) menggelar sosialisasi upaya perlindungan perempuan dan anak terhadap tindak kekerasan perempuan dan anak di Kota Probolinggo.
Dengan Tema ”Keluarga adalah benteng utama bagi perempuan dan anak”, kegiatan tersebut bertempat di Gedung Puri Manggala Bhakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Jumat (10/11). Acara yang dibuka Wali Kota Probolinggo Rukmini, dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Rey Suwigtyo, Kepala DPPPAKB Sukam dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sebanyak 600 peserta sosialisasi dibagi menjadi 2 sesi. Yang pertama, tanggal 10 November 2017, sebanyak 300 peserta terdiri dari Kader Kampung Keluarga Berencana (KB) dan Penyuluh Keluraga Berencana (PKB) se- Kota Probolinggo. Sesi kedua pada 11 November 2017, sebanyak 300 peserta terdiri dari pelajar SMP dan SMA sederajat beserta guru pendamping se- Kota Probolinggo.
“Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa tindak kekerasan perempuan dan anak adalah persoalan sosial bukan individu. Dan untuk meningkatkan peran dan pemahaman bahwa keluarga adalah benteng perlindungan pertama dan utama bagi perempuan dan anak,” ujar Kepala DPPPAKB, Sukam.
Sementara itu, Wali Kota Rukmini menjelaskan tindak kekerasan pada perempuan dan anak di Kota Probolinggo semakin meningkat. “Setiap orang harus mendapatkan haknya atas perlindungan terhadap rasa aman, serta terbebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia yang bertentangan apa yang dicita-citakan dalam pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu terciptanya kemanusiaan yang adil dan beradap,” terangnya.
Banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi akhir-akhir ini membutuhkan perhatian dari semua pihak terlebih adanya perlindungan hukum, peraturan dan kebijakan yang melindungi mereka. Anak adalah generasi penerus cita-cita perjuangan bangsa yang memiliki peran strategis, dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang diharapkan oleh dapat menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara di masa yang akan datang.
”Kegiatan ini sangat penting sebagai upaya meningkatkan peran kita untuk menghadapi masalah perkembangan anak,” kata Rukmini. (noviati/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.