Peringatan Hari Pangan Sedunia di Kota Probolinggo

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Probolinggo Aminah Hadi Zainal Abidin dan Wakil Ketua TP PKK Diah Kristanti Soufis Subri meninjau stand gelar potensi pekarangan lima kecamatan. (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Probolinggo Aminah Hadi Zainal Abidin dan Wakil Ketua TP PKK Diah Kristanti Soufis Subri menghadiri undangan peringatan Hari Pangan Sedunia di Kota Probolinggo, Kamis (28/11) siang. Acara ini dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Achmad Sudiyanto, yang mewakili Wali Kota Hadi Zainal Abidin.

Tiba di Paseban Sena Hall yang terletak di Jalan Suroyo, Ketua TP PKK Aminah bersama rombongan meninjau stand gelar potensi pekarangan lima kecamatan. Berbagai tanaman yang biasa ditanam dan hidup di pekarangan dipamerkan dalam peringatan Hari Pangan Sedunia tahun 2019.

Dilanjutkan meninjau hasil masakan dalam lomba cipta kreasi resep pangan lokal bagi siswa SMP dan kelompok karang kitri se-Kota Probolinggo. Olahan menu berbahan dasar pangan lokal itu sangat menarik perhatian. Berbagai jenis menu dilombakan untuk menarik perhatian juri.

Hari Pangan Sedunia (world food day) diperingati setiap tanggal 16 oktober di seluruh dunia. Tema hari pangan sedunia tahun 2019 ini adalah “ayo konsumsi pangan lokal untuk menuju zero hunger tahun 2030”, yang menekankan persoalan kelaparan dan gizi buruk yang masih dihadapi bersama oleh komunitas global. Demikian pula di indonesia, masalah gizi buruk masih cukup tinggi.

Sesuai tema tersebut, pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat ke depan tidak lagi bergantung pada satu jenis pangan pokok (beras), tetapi perlu dikembangkan sumber-sumber pangan lainnya terutama pangan lokal yang selama ini belum optimal pemanfaatannya. Seperti sagu, sukun, ubi kayu, ubi jalar, dan jagung.

“Potensi sumber daya pangan lokal dengan keragaman yang tinggi di berbagai daerah di seluruh indonesia termasuk di Kota Probolinggo sangat potensial untuk dijadikan sebagai sumber bahan pangan guna mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang,” ujar Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Achmad Sudiyanto saat membacakan sambutan Wali Kota Habib Hadi.

Saat ini, pemerintah secara gencar melakukan upaya diversifikasi konsumsi pangan. Upaya yang dilakukan tidak untuk mengganti beras secara total, tetapi mengubah pola konsumsi pangan masyarakat sehingga masyarakat mengkonsumsi lebih banyak jenis atau ragam pangannya baik untuk jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein, sumber vitamin dan mineral agar kualitas gizi lebih baik.

“Dan, yang membanggakan adalah Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo berhasil menjuarai lomba cipta menu lunchbox berbahan dasar pangan lokal yang bernama nasi janis kopro alias nasi jagung manis Kota Probolinggo,” imbuh Asisten Sudi-sapaannya.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Probolinggo Aminah Hadi Zainal Abidin menyerahkan piala kepada pemenang lomba cipta kreasi resep pangan lokal bagi siswa SMP. (Foto: Welly/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)

Sementara itu, Lomba Cipta Kreasi Resep Pangan Lokal bagi siswa SMP berhasil dimenangkan SMPIT Pelita dengan menu Corn Milk dan Pie Ubi. Juara kedua SMP Negeri 7, juara ketiga SMPK Mater Dei. Juara harapan I SMP Negeri 4, juara harapan 2 SMP Negeri 1 dan juara harapan 3 SMP Negeri 8.

Pemenang kategori kelompok Karang Kitri (KK) adalah KK Progo Jaya Kelurahan Jrebeng Kulon berhasil jadi yang terbaik dengan olahan Dodol Tomat dan Jahe Temulawak Bubuk. Disusul KK Jitu Lestari Kebonsari Kulon, KK RW 4 Pilang, KK RW 3 Ketapang, KRPL Kusuma Sari Mangunharjo dan KRPL Srikandi Tisnonegaran.

Wahyu Widiana Mujiati, guru dari SMPIT Pelita mengaku bersyukur mendapat juara pertama. Menurutnya, produk Corn Milk yang ia buat bersama para siswa bagus dikonsumsi untuk kesehatan tubuh. Bahkan disebutkan cocok dikonsumsi penderita diabates dan ibu hamil.

“Waktu jalan ke pasar Gotong Royong melihat ubi melimpah, jadi saya berpikir bisa untuk project usaha ke depan,” ujar Ida, yang menceritakan bagaimana ide membuat pie ubi itu muncul.

Sedangkan juara kategori kelompok karang kitri, Mar’atus Sholihah mengaku Dodol Tomat buatannya berbeda karena menggunakan beras jagung dan tapioka. Berbeda dengan dodol biasanya yang berbahan tepung ketan. “Karena temanya kan non terigu dan beras. Kalau minumannya membuat serbuk instan, jahe sama temulawak. Minuman yang bisa tahan tiga bulan tanpa pengawet,” jelas Mar’atus yang begitu senang setelah disebut menjadi juara. (famydecta/humas)