Festival HKN, Wali Kota Ingatkan Bahaya Rokok

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) Tahun 2017 telah mencapai puncaknya. Sebagai gelaran pamungkas, Dinas Kesehatan Kota Probolinggo menggelar Festival Gerakan Masyarakat Probolinggo Hidup Sehat (Germas Pro Sehat) di Alun-alun, Minggu (12/11). Ratusan warga pun turut memeriahkan acara ini bersama keluarga. Alun-alun pagi itu seakan-akan menjadi lautan manusia mengingat acara ini bersamaan dengan digelarnya Car Free Day yang rutin digelar tiap Minggu pagi.
Berbagai layanan pun diberikan panitia kepada masyarakat mulai cek kesehatan gratis, skrining lansia (lanjut usia), hingga pelayanan kesehatan tradisional. Acara ini juga menghadiahkan door prize bagi masyarakat dengan hadiah utama sepeda gunung. Dalam kesempatan ini, pemerintah setempat ingin meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, kami berkeinginan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya berperilaku hidup sehat dan sebagai wahana interaksi seluruh stakeholder kesehatan,” tutur Ketua HKN 2017, drg. Endah Ayu Lestari.
Di panggung yang terletak di sebelah utara Alun-alun, telah tersedia berbagai hadiah menarik bagi para pemenang lomba. Hadiah-hadiah tersebut diserahkan kepada pemenang berbagai lomba yang telah dilaksanakan sebelumnya antara lain lomba inovasi KP ASI, senam lansia, lomba ruang laktasi di ruang kerja, dan banyak lagi.
Di panggung yang sama juga telah disiapkan acara talk show dengan Wali Kota Probolinggo Rukmini. Di talk show ini, wali kota akan membahas tentang bahayanya asap rokok bagi masyarakat. Bahaya asap rokok memang menjadi salah satu kampanye yang dilakukan pemerintah. Melalui jargon CERDIK, pemerintah ingin masyarakat lebih memahami bagaimana mewujudkan hidup sehat.
CERDIK merupakan sebuah jargon yang memiliki kepanjangan yang unik, yakni Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin olahraga, Diet yang sehat dengan kalori yang seimbang, Istirahat cukup, dan Kendalikan stress.
“Kami memang selalu mengimbau, menginstruksikan, dan mensosialisasikan bahaya asap rokok, baik bagi perokok aktif maupun pasif. Kebiasaan merokok sebenarnya berasal dari seorang Bapak, sehingga kemudian ditiru anaknya. Oleh karena itu, untuk mengurangi pengaruh merokok, saya berharap agar bapak-bapak tidak merokok,” tutur Wali Kota Rukmini. (alfien/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.