Keluarga Bermasalah, LK3 Siap Membantu

image_pdfimage_print

 

 

MAYANGAN – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) hingga kini masih menjadi perhatian serius pemerintah. Di Kota Probolinggo, hingga Oktober lalu tercatat 55 kasus KDRT yang telah dilaporkan kepada pihak berwajib. Jumlah ini menjadi salah satu pekerjaan rumah pemerintah setempat yang harus segera ditangani.

Untuk membantu menangani kasus KDRT atau pun masalah psikososial yang menimpa sebuah keluarga, Wali Kota Probolinggo Rukmini meminta masyarakat agar meminta bantuan kepada Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3). 

Lembaga ini merupakan unit pelayanan sosial terpadu yang melaksanakan penanganan masalah psiko sosial keluarga untuk meningkatkan ketahanan keluarga. Sedangkan yang ditangani dalam LK3 salah satunya   antara lain  adalah kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), baik yang  menimpa anak, isteri maupun kepala keluarga.

Hal ini disampaikan Rukmini ketika menghadiri Sosialisasi Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga dengan tema Membangun Komunikasi Orangtua dan Anak Menuju Keluarga Sejahtera, Jumat (17/11) di gedung Puri Manggala Bhakti. Ratusan undangan pun hadir di acara ini termasuk pendamping dan operator Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kota Probolinggo hingga keluarga penerima manfaat Kube Jasa dan E-Warong Kota Probolinggo.

Menurut Rukmini, siapa saja yang menerima KDRT dapat melaporkan hal ini kepada LK3 untuk mendapatkan bantuan berupa konsultasi, konseling hingga kerjasama lintas sektor termasuk dengan pihak kepolisian.

“Bila  terjadi kasus kriminal dalam lingkup keluarga segera laporkan dan berkomunikasi kepada TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) di tiap kecamatan supaya laporan tersebut dapat ditindak lanjuti oleh tim LK3. Dan apabila tindakan tersebut telah mengarah pada perilaku pelanggaran hukum maka akan ditindaklanjuti ke aparat penegak hukum,” tutur Rukmini.

Menurut Rukmini, kesejahteraan sosial menjadi salah satu sasaran dalam grand design dalam pembangunan keluarga. Ketahanan keluarga hanya dapat terwujud apabila keluarga memiliki kemampuan melaksanakan fungsinya memberikan perlindungan dan memenuhi kebutuhan anggota – anggotanya yang beranekaragam seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi agama dan lainnya.

“Melalui Lembaga Konsultasi Kesejahteraaan Keluarga (LK3) diharapkan bisa menemukan tempat bicara sehingga masalah yang ada dapat diminimalisasi dan dapat dicarikan solusinya. Semoga dengan kegiatan sosialisasi LK3 dapat mewujudkan keluarga yang harmonis dan sejahtera sehingga dapat menciptakan kondisi dan situasi Kota Probolinggo yang lebih baik guna mewujudkan program pembangunan disegala bidang,” jelas Rukmini.

Dalam acara tersebut, Rukmini menyampaikan bahwa tahun depan Pemerintah Kota Probolinggo telah menyiapkan tambahan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Probolinggo. “Untuk tahun depan, jumlah penerima PKH akan bertambah sebanyak 1.700 penerima dari jumlah awal 6.000 penerima,” tutur Rukmini. Ia berharap agar penerima PKH dapat memanfaatkan program pemerintah pusat ini dengan sebaik-baiknya. (alfien/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.