Menuju Kawasan Zero Puntung Rokok

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN. Asap rokok dinilai sebagai ancaman serius bagi kesehatan. Perokok pasif merupakan pihak yang paling dirugikan. Untuk itu, kesadaran perokok aktif sangat dibutuhkan. Merokok di tempat umum juga harus segera diatur Pemerintah. 

Terkait aturan, Pemerintah Kota Probolinggo sudah memiliki. Melalui Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 tahun 2012 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan Terbatas Merokok (KTM), aktivitas para perokok telah dibatasi. Dalam perda tersebut, KTR meliputi fasilitas pelayanan kesehatan, tempat proses belajar mengajar, tempat anak bermain, tempat ibadah, serta beberapa tempat yang ditetapkan. KTM meliputi tempat kerja, tempat umum, serta angkutan umum. 

Dengan diperdakannya KTR, Kota Probolinggo memperoleh penghargaan Pastika Parahita tahun 2017 dari Kementerian Kesehatan RI. Penghargaan ini diterima Kota Probolinggo karena kota ini sudah memiliki aturan KTR tetapi belum mengimplementasikan dengan baik di lapangan. 

Kota Probolinggo mulai serius untuk mengimplementasikan aturan tersebut. Rangkaian sosialisasi terkait KTR terus digelar. Terakhir Jum’at (17/11) Pemerintah Kota Probolinggo menggelar apel aksi bersama mendukung implementasi KTR di Kota Probolinggo. Apel yang dipimpin oleh Wali Kota Rukmini itu digelar di halaman rumah dinas Wali Kota Probolinggo. 

Peserta apel merupakan perwakilan dari SMP Negeri dan SMA/MA/SMK Negeri di Kota Probolinggo. “Ini bentuk tindak lanjut dari Perda nomor 12 tahun 2012 serta Peraturan Wali Kota nomor 40 tahun 2015. Tujuannya tidak lain untuk serius mengimplementasikan kawasan tanpa rokok di Kota Probolinggo,” terang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, Joesminingsih. 

Wali Kota Rukmini saat membina apel mengingatkan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) agar mengurangi kebiasaan merokok. “Kalau ada kepala OPD yang masih merokok, tolong dikurangi. Kalau yang biasa sehari 5 pak, ya jadi 3 pak saja. Kalau yang biasa 1 pak, yasudah selesaikan saja tidak usah merokok. Kita tidak bisa memaksa orang untuk berhenti merokok, terang Rukmini.

Lebih lanjut Wali Kota mengingatkan agar para perokok tidak membuang punting rokok sembarangan. “Kita akan menuju zero puntung rokok. Jangan ada puntung rokok berserakan di kantor pemerintah. Kalau kita buat aturan, ya harus menjadi contoh,” lanjut Rukmini. 

Setelah apel, Wali Kota dan beberapa Kepala OPD memasang stiker KTR di angkutan kota, mobil dinas, serta mobil pribadi. Siswa juga membagi-bagikan stiker di Jl. Soekarno Hatta, Jl. P. Sudirman, Jl. Pahlawan, serta Jl. Pandjaitan. (abdurhamzah/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.