Tahun Depan Wali Kota Pertahankan SPKP

image_pdfimage_print

 

 

MAYANGAN – Agenda rutin milik Pemerintah Kota Probolinggo, yakni Semarak Pagi Kota Probolinggo (SPKP) kembali digelar, Minggu (19/11). Kali ini, SPKP diadakan di wilayah Kecamatan Mayangan, tepatnya di sepanjang Jalan Ikan Paus. 

Sesuai catatan pemkot, SPKP yang menyajikan ragam pelayanan publik Organisasi Perangkat Daerah (OPD), produk unggulan UKM, hiburan dan kesenian ini dilaksanakan sebanyak 5 kali dalam setahun di lima kecamatan yang ada di Kota Probolinggo. 

SPKP kelima mengangkat tema “Dengan semangat hari pahlawan kita perkokoh persatuan untuk membangun Kota Probolinggo yang semakin luar biasa.” “Bertepatan dengan hari pahlawan ini semoga kita dapat bersatu dan bersinergi. Kondisi saat ini ditengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi, tidak sedikit informasi yang dterima oleh masyarakat dan dapat memecahbelah persatuan dan kesatuan bangsa,” seru Wali Kota Probolinggo Rukmini, saat menyampaikan sambutannya. 

“Melalui hari pahlawan ini, kita harus bisa bersatu dalam mendukung pembangunan Kota Probolinggo,” lanjutnya. Selain itu, tambah Rukmini, SPKP ini sengaja dilaksanakan oleh pemkot sebagai upaya meningkatkan sektor ekonomi mikro dan media promosi bagi UKM. Sehingga dapat semakin berkembang dengan baik dan ekonomi Kota Probolinggo ikut meningkat. 

“SPKP ini sudah yang kelima kalinya dan sudah menyentuh seluruh masyarakat baik yang ada di wilayah selatan, utara dan lainnya. Selanjutnya, tahun depan, SPKP dapat terlaksana secara konsisten. Setuju?,” tanya Rukmini kepada undangan yang hadir dan masyarakat setempat. Pertanyaan tersebut langsung diiyakan oleh undangan dan masyarakat, termasuk anggota DPRD. 

Rukmini juga mengimbau kepada semua stakeholder,baik itu masyarakat, perbankan, pengusaha agar ikut menjaga dan peduli terhadap lingkungan agar Kota Probolinggo terjaga lingkungannya sesuai dengan misi Kota Mangga ini. Salah satu caranya yaitu dengan mengkonsumsi sesuatu yang bisa menghasilkan banyak sampah. 

“Saya merasakan pertemanan, persaudaraan yang sangat kental pagi ini saat melihat kesenian Ojung dari daerah Kabupaten Probolinggo,” tutur Rukmini mengomentari kesenian Ojung yang membuka SPKP saat itu. 

Ya, berbeda dari biasanya SPKP dibuka dengan kesenian Ojung. Ojung adalah kesenian tradisional suku Tengger yang salah satunya ada di Desa Wonotoro, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Rukmini dan Forkopimda sekaligus beberapa kepala OPD sempat mencoba tarian ini dengan memukul para seniman Ojung menggunakan penjalin.  

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tutang Heru Aribowo melaporkan, kegiatan ini dipanitia beberapa OPD. Seperti DLH, BKPSDM (Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia), Disnaker (Dinas Tenaga Kerja) dan Kecamatan Mayangan. 

“Untuk masyarakat, warga atau pemilik usaha di sekitar wilayah yang ditempati SPKP, telah kami beri informasi terkait kegiatan ini agar mereka bisa ikut berpartisipasi. Dengan kehadiran masyarakat tentunya tujuan SPKP, yakni menggerakkan potensi masyarakat dalam bidang ekonomi, budaya dan wisata dapat tercapai,” kata Tutang. Usai pembukaan secara seremonial, Wali Kota Rukmini bersama undangan dan masyarakat meninjau stand-stand SPKP. (famy decta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.