Waspadai Keamanan dan Ketertiban Peringatan Nataru

Suasana saat rakor tim peningkatan pelaksanaan pencegahan dan penanganan konflik sosial di Kota Probolinggo. (Foto: Rifki/Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo)
image_pdfimage_print

MAYANGAN – Peringatan Hari Natal dan menyambut Tahun Baru mendapatkan atensi dari tim peningkatan pelaksanaan pencegahan dan penanganan konflik sosial di Kota Probolinggo. Hal ini disampaikan pada saat rapat koordinasi yang dipimpin Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Senin (9/12) siang, di Aula Bakesbangpol.

Rakor tersebut dihadiri Kajari Martiul, Ketua Pengadilan Negeri Darwanto, perwakilan Polres Probolinggo dan Kodim 0820. Dalam rapat yang dimoderatori Staf Ahli Wali Kota, Paeni itu membahas sedini mungkin konflik sosial agar Kota Probolinggo kondusif dan menyikapi isu yang berkembang.

Secara keseluruhan, di bulan-bulan ini kondisi Kota Probolinggo kondusif karena kerja sama semua elemen. Dan, di bulan Desember menyambut perayaan Hari Natal dan Tahun Baru (Nataru), menurut Wali Kota Habib Hadi, harus diantisipasi agar tidak dimanfaatkan kelompok radikal yang masih ada. “Untuk itu, intelejen harus mencegah dini deteksi agar umat yang merayakan dapat beribadah dengan tenang,” pesannya.

Selain persoalan tersebut, Habib Hadi juga mengingatkan musim kemarau yang rentan bencana kebakaran. Kecenderungan kenaikan atau kurangnya stok kebutuhan pokok, harus diantisipasi pula dikhawatirkan ada pemilik modal yang sengaja melakukan penimbunan.

Sementara itu, Kasat Intel Polres Probolinggo Kota Ipda Teguh Priyasan mengungkapkan, saat ini bidang politik belum ada gerakan yang menonjol. Namun yang perlu mendapat perhatian adalah SPBU di Kota Probolinggo yang melayani wilayah Kabupaten Probolinggo mengalami antrean panjang.

Perwakilan Kodim 0820 mengungkapkan waspada pada orang baru yang datang ke lingkungan warga untuk menunjukkan identitasnya. Melalui Dinas Kominfo, pihaknya berharap bisa memberikan informasi kepada masyarakat agar tidak terjadi keresahan sampai harus mengantre panjang di SPBU.

Kepala PN Darwanto pun menegaskan, saat ini banyak kasus peredaran pil yang disalahgunakan dan pencurian hewan. Ia sudah berkoordinasi dengan jajarannya untuk memberikan hukuman yang maksimal pada pelaku tindak pidana yang dimaksud. (famydecta/humas)